Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

BREAKING NEWS, Mesin Pengering Ompreng SPPG Krajan Banyumas Meledak, 10 Petugas Terluka

Dentuman keras mirip ledakan karbit memecah ketenangan warga Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026).

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
MELEDAK - Situasi di depan SPPG Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026). Mesin pengering ompreng di dapur SPPG Krajan tiba-tiba meledak saat uji coba operasional. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dentuman keras mirip ledakan karbit memecah ketenangan warga Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026).

Suara itu terdengar hingga radius sekira satu kilometer.

Beberapa lembar atap seng beterbangan. Sementara para pekerja berhamburan keluar dapur dalam kondisi sempoyongan.

Sumber suara ternyata berasal dari mesin pengering ompreng di dapur SPPG Krajan yang tiba-tiba meledak saat uji coba operasional. 

Baca juga: BREAKING NEWS, 6 Buruh Tani di Sumbang Banyumas Tersambar Petir, 1 Tewas 5 Kritis

Sopir Ambulans di Semarang Kena Prank, Ordernya Jemput Pasien Malah Disuruh Menagih Utang

Duka Ganda Keluarga Almarhum Faik Satpol PP Kebumen, Nenek Meninggal Usai Pemakaman Cucunya

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Sekilas, alat pengering ompreng diduga terlalu panas, lalu meledak. Untuk korban jiwa tidak ada, adapun yang dilaporkan luka 22 jiwa," katanya. 

Pihaknya mengatakan, sebagian sudah pulang, sementara dua masih pemeriksaan lanjutan.

Dia juga menegaskan informasi kebocoran gas tidak benar. 

Tabung, selang, dan regulator dalam kondisi utuh.

Akibat ledakan, bagian atap ternit jebol dan sejumlah seng rusak terkena serpihan. 

Kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.

SPPG Krajan merupakan unit kelima yang akan beroperasi di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas

Dapur ini ditargetkan melayani 1.000 penerima manfaat pada tahap awal, kemudian meningkat menjadi 1.500 orang di tahap kedua untuk dua desa, yakni Desa Krajan dan Kranggan.

Sebelum operasional, pembinaan sudah dilakukan tiga kali. 

Namun insiden ini membuat pengelola harus melakukan evaluasi ulang aspek keselamatan kerja.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved