Berita Semarang
Misteri Suara Gemeretak di Kampung Sekip Semarang, Rumah Bisa "Jalan Sendiri" 2 Meter dalam 3 Hari
Tanah gerak di kawasan Kampung Sekip (sekitaran Undip), Sapta Marga 3, Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Tanah di kawasan Kampung Sekip (sekitaran Undip), Sapta Marga 3, Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, seolah tak pernah diam.
Kamis (5/2/2026) sore, tampak tanah permukiman warga bergelombang, retakan memanjang dan melengkung, rumah-rumah miring, hingga satu bangunan roboh tak bersisa.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah retakan tanah tampak di beberapa titik.
Baca juga: Efektif Mulai Pekan Depan, KBM di Sekolah Terdampak Tanah Gerak Padasari Tegal Dialihkan
Terdapat belahan lurus memanjang, ada pula yang melengkung hampir membentuk putaran.
Kontur tanah yang dulu landai kini berubah menjadi patahan terbuka, menganga seperti amblesan.
Beberapa rumah warga berdiri dalam kondisi mengkhawatirkan.
Tiang-tiang penyangga miring, dinding kayu terbelah, dan lantai semen pecah tak beraturan.
Hampir seluruh rumah di kawasan tersebut merupakan bangunan tidak permanen berbahan kayu, sehingga dinilai rentan terhadap pergerakan tanah.
Puncak kerusakan terjadi pada Rabu (4/2/2026) sore, ketika satu rumah milik Supriyadi roboh.
Tak jauh dari titik itu, sebuah rumah lain milik Sri Darningsih justru bergeser perlahan.
Lantai rumahnya terbelah, dinding kayu retak, dan bangunan itu disebut telah bergeser hingga dua meter hanya dalam waktu tiga hari.
“Kalau malam terdengar suara pergerakan. Rumahnya geser pelan-pelan. Kalau hujan deras, lebih cepat lagi,” kata Ketua RT setempat, Sukaryono ketika ditemui Tribunjateng.com, Kamis sore.
Jalan Utama Patah, Akses Kampung Terputus
Tak hanya rumah warga, kerusakan juga menjalar ke infrastruktur kampung.
Satu titik jalan di jalur menurun yang dulunya menjadi akses utama warga dari Jangli menuju kawasan Undip kini patah dan ambles.
| BPJN Bantah Perbaikan Gombel Lama Terkait Pembangunan Pakuwon Mall, Ini Alasannya |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, Wali Kota: Kontribusi Perempuan Semarang Menarik Perhatian Dunia |
|
|---|
| Eks Bos Sritex Dituntut Jaksa 16 Tahun Penjara,Kuasa Hukum Sebut Mengarang Bebas |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 21 April 2026: Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Bos Besar Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp1,3 Triliun! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260205_tanah-gerak-di-Semarang-Kampung-Sekip_1.jpg)