Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Fakta Terkini di Pemkot Semarang, Banyak ASN Menolak Jabatan Lurah, Kenapa?

Pemkot Semarang saat ini sedang hadapi tantangan dimana tidak banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berkenan ditempatkan sebagai Lurah.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
LURAH - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Sebuah fakta terungkap, tak sedikit ASN Pemkot Semarang yang menolak jabatan Lurah, padahal sedang mengalami kekosongan sebanyak 55 kursi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) mencatat saat ini terdapat 55 jabatan Lurah yang kosong.

Namun, di tengah puluhan jabatan kosong itu, Pemkot Semarang menghadapi tantangan dimana tidak banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berkenan ditempatkan sebagai Lurah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, untuk pelantikan eselon IV seperti Lurah dijadwalkan akan menyusul bulan ini.

Baca juga: Komunitas Urban Hiking Semarang Gairahkan Aktivitas Telusuri Jalanan Kota Semarang

Pekerja Kapal Cantrang Hilang Tenggelam di Sungai Sambong Batang, Sempat Terjepit Kipas

Agustina menjelaskan, proses pengisian jabatan Lurah sempat diupayakan dengan pendekatan komunikatif dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan. 

Namun hal tersebut justru memunculkan berbagai permintaan personal dari calon pejabat.

"Awalnya kami upayakan untuk mengkomunikasikan mereka. Tapi karena terlalu banyak permintaan, pusing juga kepalanya Pak Joko (Kepala BKPP)."

"'Bu, yang ini tidak berkenan di sini karena rumahnya jauh.' 'Bu, yang ini minta karena istrinya di sana dia harus di sini'," kata Agustina memaparkan kondisi.

Dia menyebut, kondisi tersebut membuat proses pengisian jabatan menjadi tidak efektif, sementara kekosongan Lurah terus bertambah.

Bahkan, menurutnya, fenomena enggannya ASN menjadi Lurah cukup terasa.

"Ternyata ini menimbulkan kesulitan dan tidak banyak orang mau dijadikan Lurah ketika kosong."

"Tidak tahu mengapa. Tapi mungkin ada alasannya," terangnya.

Dia memaparkan, Pemkot Semarang akhirnya mengambil langkah dengan menggunakan kewenangan pemerintah daerah untuk mengisi seluruh jabatan Lurah demi menjaga kualitas pelayanan publik.

Baca juga: Tradisi Ketuk Pintu Jadi Pembuka Pasar Imlek Semawis di Pecinan Semarang

FAKTA Baru Perampokan Sadis di Boyolali: Ibu Korban Pura-pura Meninggal

"Sekarang kami menggunakan kewenangan sebagai pemerintah kota untuk dapat memaksimalkan layanan bahwa (jabatan) Lurah itu memang harus diisi," katanya.

Agustina memaparkan, puluhan jabatan Lurah itu dipastikan akan diisi.

Sementara itu, kekosongan jabatan lain yang ditinggalkan pejabat eselon III yang naik ke eselon II akan diisi sementara oleh pelaksana tugas (Plt). Pejabat-pejabat pengganti pun telah disiapkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved