Berita Semarang
Fakta Terkini di Pemkot Semarang, Banyak ASN Menolak Jabatan Lurah, Kenapa?
Pemkot Semarang saat ini sedang hadapi tantangan dimana tidak banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berkenan ditempatkan sebagai Lurah.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) mencatat saat ini terdapat 55 jabatan Lurah yang kosong.
Namun, di tengah puluhan jabatan kosong itu, Pemkot Semarang menghadapi tantangan dimana tidak banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berkenan ditempatkan sebagai Lurah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, untuk pelantikan eselon IV seperti Lurah dijadwalkan akan menyusul bulan ini.
Baca juga: Komunitas Urban Hiking Semarang Gairahkan Aktivitas Telusuri Jalanan Kota Semarang
• Pekerja Kapal Cantrang Hilang Tenggelam di Sungai Sambong Batang, Sempat Terjepit Kipas
Agustina menjelaskan, proses pengisian jabatan Lurah sempat diupayakan dengan pendekatan komunikatif dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Namun hal tersebut justru memunculkan berbagai permintaan personal dari calon pejabat.
"Awalnya kami upayakan untuk mengkomunikasikan mereka. Tapi karena terlalu banyak permintaan, pusing juga kepalanya Pak Joko (Kepala BKPP)."
"'Bu, yang ini tidak berkenan di sini karena rumahnya jauh.' 'Bu, yang ini minta karena istrinya di sana dia harus di sini'," kata Agustina memaparkan kondisi.
Dia menyebut, kondisi tersebut membuat proses pengisian jabatan menjadi tidak efektif, sementara kekosongan Lurah terus bertambah.
Bahkan, menurutnya, fenomena enggannya ASN menjadi Lurah cukup terasa.
"Ternyata ini menimbulkan kesulitan dan tidak banyak orang mau dijadikan Lurah ketika kosong."
"Tidak tahu mengapa. Tapi mungkin ada alasannya," terangnya.
Dia memaparkan, Pemkot Semarang akhirnya mengambil langkah dengan menggunakan kewenangan pemerintah daerah untuk mengisi seluruh jabatan Lurah demi menjaga kualitas pelayanan publik.
Baca juga: Tradisi Ketuk Pintu Jadi Pembuka Pasar Imlek Semawis di Pecinan Semarang
• FAKTA Baru Perampokan Sadis di Boyolali: Ibu Korban Pura-pura Meninggal
"Sekarang kami menggunakan kewenangan sebagai pemerintah kota untuk dapat memaksimalkan layanan bahwa (jabatan) Lurah itu memang harus diisi," katanya.
Agustina memaparkan, puluhan jabatan Lurah itu dipastikan akan diisi.
Sementara itu, kekosongan jabatan lain yang ditinggalkan pejabat eselon III yang naik ke eselon II akan diisi sementara oleh pelaksana tugas (Plt). Pejabat-pejabat pengganti pun telah disiapkan.
| Long Weekend dan Musim Timur Bawa Berkah, Pelaku Wisata Mancing di Semarang Kebanjiran Order |
|
|---|
| Memaknai Kenaikan Yesus Kristus, Pdt Andreas Ajak Umat Bersukacita |
|
|---|
| Liburan Berujung Maut, Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang |
|
|---|
| "Ada yang Sempat Tak Mau Makan 7 Bulan" Cerita Petugas Damkar Semarang Rawat Ular Hasil Rescue |
|
|---|
| Menengok Koleksi Ular Unik di Mako Damkar, Harga Ball Python Capai Rp5 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20261230_Wali-Kota-Semarang-Agustina-Wilujeng-Pramestuti-komentar-pagar-nusa_1.jpg)