Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Cuaca Ekstrem, Pemkot Imbau Warga Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengimbau masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
BALIHO AMBRUK - Warga beserta petugas melakukan evakuasi baliho ambruk, di jalan Empu Tantular yang menutup akses jalan warga Kebonharjo I beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengimbau masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Hal itu melihat dari dampak yang terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kota Semarang, sejak Rabu kemarin.

Cuaca ekstrem ini menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik yang sempat berujung pada terhambatnya arus lalu lintas.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, antara lain di depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo samping BNI, depan Posko PMK Induk yang bahkan mengenai kendaraan yang terparkir, serta menimpa rumah warga di Tambak Boyo.

Baca juga: BREAKING NEWS: Baliho Besar Roboh Tutupi Gapura di Semarang, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Cuaca buruk tersebut juga mengakibatkan baliho di Kebonharjo roboh dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon terangkat akibat terpaan angin kencang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Murni Ediati mengimbau agar masyarakat tidak parkir maupun berteduh di bawah pohon saat hujan lebat dan angin kencang.

"Selain itu, sebagai langkah mitigasi, dalam beberapa bulan terakhir, Disperkim telah merapikan dan memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang, khususnya di kawasan dengan intensitas aktivitas masyarakat tinggi," katanya.

Terkait kondisi yang terjadi kemarin, menurut dia, pihaknya bersama perangkat daerah terkait telah melakukan penanganan langsung dengan mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan material yang menutup akses jalan.

Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan kondisi di lapangan agar aktivitas masyarakat khususnya pengguna jalan kembali normal.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan dengan pepohonan besar dan area yang sebelumnya tercatat memiliki kerentanan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. 

Sementara itu, kata dia, masyarakat juga bisa berperan aktif dengan menyampaikan laporan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. 

"Laporan bisa disampaikan melalui Lapor Semar, surat aduan kepada Pemkot Semarang melalui Wali Kota maupun Disperkim, atau melalui media sosial resmi Disperkim agar dapat segera kami tindak lanjuti," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved