Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tanah Gerak Semarang

Rumah Warga Gunungpati Bergeser Hingga 10 Meter Gara-gara Tanah Gerak

Bencana tanah gerak di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mampu menggeser rumah hingga berjarak 10 meter.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
TANAH GERAK - Fenomena tanah bergerak di RT 3 RW 6 Delik Sari, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026). 

Sementara itu, tak jauh dari sana, ibu-ibu duduk di kursi depan tenda.

Mereka, sebagian di antaranya memakai payung, mengikuti rapat yang dipimpin Ketua RT setempat, Joko Sukaryono.  

Pembahasan sore itu meliputi pembagian jadwal memasak dan pengelolaan logistik. 

Sukaryono mengatakan, dapur umum dari pemerintah, termasuk bantuan nasi bungkus dari dinas sosial selama ini akan segera berakhir.

“Alhamdulillah, kondisi pengungsi sehat. Ini di belakang saya sedang mendirikan dapur umum mandiri,” kata Sukaryono. 

“Batas waktu nasi bungkus dan bantuan dari Dinas Sosial akan segera berakhir, kurang lebih terakhir Rabu,” sambungnya.

Dia menjelaskan, momen akhir pekan dimanfaatkan untuk kerja bakti.

“Makanya, sekarang mumpung ibu-ibu dan bapak-bapaknya pada libur, kami adakan gotong royong untuk mendirikan dapur umum mandiri ini. Bikin sendiri,” imbuh dia.

Retakan bertambah

TANAH GERAK - Warga berjalan hati-hati di atas jalan kampung yang bagian bawahnya sudah ambles dan menganga di Kampung Sekip, Jangli, Kota Semarang, Kamis (5/2/2026). Pergerakan tanah menyebabkan retakan memanjang dan melebar, membuat jalan tidak lagi stabil dan berisiko runtuh jika dilewati kendaraan berat.
TANAH GERAK - Warga berjalan hati-hati di atas jalan kampung yang bagian bawahnya sudah ambles dan menganga di Kampung Sekip, Jangli, Kota Semarang, Kamis (5/2/2026). Pergerakan tanah menyebabkan retakan memanjang dan melebar, membuat jalan tidak lagi stabil dan berisiko runtuh jika dilewati kendaraan berat. (TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana)

Saat ini, sebanyak 60 jiwa masih bertahan di pengungsian itu.

Seluruhnya berasal dari 22 KK yang meninggalkan rumah mereka.

Jumlah rumah terdampak pun bertambah menjadi 17 unit, dari sebelumnya 15.

Di lokasi pengungsian, masih tersisa dua tenda yang belum dipasang.

“Rencananya nanti akan digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan. Untuk bahan mentah, kami mendapat dukungan dari CSR yang menyuplai kebutuhan pokok,” lanjut Sukaryono.

Sekitar 200 meter dari tenda-tenda itu, Kampung Sekip kini nyaris tak bisa dikenali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved