Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tanah Gerak Semarang

Rumah Warga Gunungpati Bergeser Hingga 10 Meter Gara-gara Tanah Gerak

Bencana tanah gerak di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mampu menggeser rumah hingga berjarak 10 meter.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
TANAH GERAK - Fenomena tanah bergerak di RT 3 RW 6 Delik Sari, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM - Bencana tanah gerak di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mampu menggeser rumah hingga berjarak 10 meter dari lokasi awal.

Tak ayal rumah milik warga RT 3 RW 6 Delik Sari, Sukorejo, Gunungpati, itu mengalami kerusakan fatal.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2/2026) sekira pukul 01.00 WIB.

Meski demikian tanda tanda  pergerakan tanah sudah terlihat sejak awal Januari 2026.

Baca juga: Warga Terdampak Tanah Gerak Kampung Sekip Dirikan Dapur Umum Mandiri 

Baca juga: Pengungsi Tanah Bergerak Desa Padasari Tegal Mulai Keluhkan Batuk, Gatal-gatal, Mual dan Diare 

“Oh. Kan itu angin kencang sama hujan itu. Akhirnya saya tengok rumahnya Pak Feri yang roboh,” kata salah seorang warga sekitar, Legiman, menceritakan detik-detik robohnya rumah salah satu tetangganya, Senin (23/2/2026). 

Legiman menceritakan bahwa peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat hujan deras melanda.

Beruntung, pemilik rumah sudah mengungsi lebih dulu ke rumah orang tuanya di kawasan Semarang Barat karena merasa takut dengan tanda-tanda pergerakan tanah yang sudah dirasakan sejak berbulan-bulan sebelumnya.

Melihat rumah tetangganya roboh, Legiman langsung berinisiatif mengamankan jaringan listrik untuk mencegah korsleting atau bahaya bagi anak-anak di sekitar lokasi kejadian.

Ia mengaku sempat ingin menyelamatkan barang-barang di dalam rumah, namun niat itu diurungkan karena mendengar suara pergerakan bangunan yang terus berlangsung.

“Saya langsung ngelepas meteran dulu. Memindah karena kabelnya kan panjang.

Nanti kalau rubuh kan kena anak kecil. Ah, takutnya itu," ucap Legiman.

Legiman yang sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 1987 mengungkapkan bahwa karakteristik tanah di Delik Sari memang dikenal sangat labil.

Fenomena tanah bergerak ini bukan hal baru, namun kembali terulang dengan dampak yang cukup parah pada tahun ini akibat faktor cuaca ekstrem.

“Dari 1987 saya pindah sini. Jadi labil (tanah) ini memang dari 1987 sampai sekarang,” katanya.

Ketua RT 3, Yuari, mencatat total ada 52 kepala keluarga (KK) di wilayahnya, di mana tiga hingga empat rumah terdampak langsung oleh pergerakan tanah ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved