Berita Semarang
Taktik Senyap Pasutri: Datang Tanpa KTP, Pergi Gondol 2 Motor Tetangga Kos di Semarang
Polisi tengah memburu pasangan suami istri yang diduga menggasak dua sepeda motor di rumah indekos, Kota Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Polisi tengah memburu pasangan suami istri yang diduga menggasak dua sepeda motor di sebuah rumah indekos di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Pasutri tersebut diduga menjalankan kejahatannya secara terencana dengan memanfaatkan kepercayaan penghuni kos dan lingkungan sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Genuk, AKP Muklisin, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sore.
Baca juga: Pengusaha di Kendal Tertipu Rp2 M oleh Pasutri Asal Jakarta, Pelaku Sudah Tersangka Tapi Tak Ditahan
Polisi menerima laporan resmi sehari setelahnya dan langsung melakukan penyelidikan.
“Begitu ada aduan masuk Minggu (1/3/2026), kami langsung lidik.
Ini masih saya lacak-lacak, pelaku sebelumnya sudah pergi meninggalkan kosnya,” kata AKP Muklisin kepada Tribunjateng.com, Senin (2/3/2026).
Istri Menggelapkan, Suami Mencuri
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi dilakukan dengan dua cara berbeda namun dalam waktu yang hampir bersamaan.
Sang istri diduga lebih dulu melancarkan aksinya dengan berpura-pura meminjam sepeda motor milik tetangga kos.
Motor jenis matic itu awalnya dipinjam dengan alasan hendak digunakan sebentar.
Namun setelah dibawa keluar, kendaraan tersebut tak pernah kembali.
Di saat bersamaan, sang suami diduga mengambil satu motor lain milik penghuni kos berbeda.
Motor itu diketahui sedang terparkir di area indekos.
“Yang satu menggelapkan dengan modus pinjam, satunya lagi diduga mengambil motor lain di lokasi yang sama,” jelas Muklisin.
Tak hanya dua kendaraan roda dua, dari informasi yang dihimpun, sebuah tabung gas LPG 3 kilogram milik pemilik kos juga dilaporkan hilang dan diduga ikut dibawa kabur.
Baru Kos Beberapa Bulan
Pasangan tersebut diketahui baru tinggal di indekos itu selama beberapa bulan terakhir. Mereka merupakan perantau dari Jawa Timur dan mengaku bekerja di sebuah usaha laundry yang letaknya tak jauh dari tempat kos.
Saat penyidik mendatangi lokasi, penjaga kos mengaku pasutri itu masuk tanpa menyerahkan identitas resmi.
Mereka disebut langsung menghuni kamar tanpa proses administrasi lengkap.
“Waktu mengontrak tidak pakai KTP.
Langsung masuk saja,” tegas Muklisin.
Saat dilakukan pengecekan, kamar yang mereka tempati sudah dalam keadaan kosong.
Baca juga: Pasutri Ditemukan Mengenaskan, Suami Meninggal Istri Kritis, Diduga Korban Upaya Pembunuhan
Tak ada barang tersisa, dan keberadaan mereka pun tidak diketahui.
Polisi kini tengah menelusuri jejak pelarian pasutri tersebut, termasuk kemungkinan mereka sudah meninggalkan Kota Semarang.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi dan sejumlah titik akses keluar masuk wilayah Genuk sedang diperiksa untuk mempersempit pencarian. (*)
| Tanjakan Silayur Dijaga Ketat, 50 Truk Dipaksa Putar Balik Setiap Hari di Semarang |
|
|---|
| Sedekah Laut Tambaklorok, Wali Kota Semarang: Bakti Kita Kepada Laut |
|
|---|
| Aksi "Mission Impossible" ODGJ Semarang: Bobol Teralis Demi Kabur dari Rumah Singgah Among Jiwo |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Minggu 10 Mei 2026, Sebagian Wilayah Cerah |
|
|---|
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260302_Pencurian-motor-modus-pinjam-sepeda-motor_1.jpg)