Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Persiapan Lebaran, Warga Ramai Tarik Tabungan dan Ajukan Pinjaman di BMT

Transaksi di sejumlah BMT atau lembaga keuangan mikro syariah di Kota Semarang mulai meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
KANTOR - Bangunan KSPPS Hudatama di Jalan Tumpang, Gajahmungkur, Kota Semarang. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Aktivitas transaksi di sejumlah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) atau lembaga keuangan mikro syariah di Kota Semarang mulai meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri

Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Hudatama, Khoiridin, mengatakan momentum menjelang Lebaran memang selalu menjadi periode paling sibuk bagi lembaga keuangan mikro seperti BMT.

Permintaan pembiayaan atau pinjaman dari anggota naik, bersamaan dengan meningkatnya penarikan simpanan untuk kebutuhan Lebaran.

Baca juga: Kemeriahan Cap Go Meh di Gedung BNI Semarang: Lukisan Kuda Api Dilelang untuk Amal

Menurutnya, masyarakat biasanya memanfaatkan simpanan yang telah dikumpulkan selama setahun untuk kebutuhan Lebaran, sementara sebagian lainnya mengajukan pembiayaan untuk tambahan modal maupun keperluan rumah tangga.

“Kalau menjelang Lebaran memang potensi pengambilan simpanan pasti banyak. Di sisi lain permohonan pembiayaan juga meningkat,” ujarnya, (7/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam periode tersebut satu BMT di Kota Semarang bisa mencatat transaksi hingga Rp4 miliar sampai Rp5 miliar.

Jumlah anggota BMT di Hudatama dihitung secara keseluruhan di Kota Semarang yang memiliki sekitar 11 BMT, jumlah anggota diperkirakan mencapai sekitar 90 ribu orang.

Menurut Khoiridin, mayoritas anggota berasal dari kalangan pedagang kecil dan karyawan.

Besaran pembiayaan yang diajukan pun bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga lebih dari Rp10 juta, tergantung kebutuhan anggota.

“Permintaan pembiayaan meningkat, ada yang ingin menyelenggarakan acara atau punya hajat. Juga untuk persiapan lebaran,” ujarnya.

"Tapi di sisi lain kami juga harus mengkalkulasi risiko. Karena kondisi ekonomi yang belum stabil membuat lembaga keuangan mikro harus lebih berhati-hati,” katanya.

Untuk meminimalkan risiko kredit, sejumlah BMT kini juga mulai memanfaatkan sistem pengecekan riwayat pinjaman seperti BI Checking guna memastikan kemampuan anggota dalam membayar angsuran.

Selain pembiayaan, tren investasi logam mulia juga mulai terlihat di kalangan anggota BMT, terutama dari generasi muda.

Khoiridin mengatakan minat terhadap perak mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Februari 2026, penjualan perak di BMT Hudatama bahkan mencapai hampir 2 kilogram dengan mayoritas pembeli berasal dari kalangan anak muda.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved