Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

100 Ribu Mushaf Alquran Didistribusikan ke Santri lewat Gerakan Agus

Sebanyak 100 ribu mushaf Alquran akan didistribusikan kepada para santri di berbagai pesantren melalui Gerakan Agus.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin
CEK ALQURAN - Santri mengecek mushaf Alquran yang diterima melalui Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (Agus) kolaborasi antara Yayasan Alfatihah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, pada Minggu (8/3/2026) sore. (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 100 ribu mushaf Alquran akan didistribusikan kepada para santri di berbagai pesantren melalui Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (Agus).

Program yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Alfatihah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini merupakan inisiatif untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan santri melalui penyaluran mushaf Alquran serta bantuan gizi.

Dalam program ini, disalurkan 100 ribu mushaf Alquran senilai Rp10 miliar serta 12.500 ribu butir telur yang diperuntukkan bagi para santri di pesantren

Baca juga: Warga Semarang Kesulitan Berburu Uang Pecahan Baru Secara Online via Web BI 

Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, program ini menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yang masih belum merata.

"Kemampuan kita untuk berakselerasi memberi makan santri mungkin masih belum berimbang. Maka, dengan adanya Gerakan Agus ini bisa menambal adanya ketimpangan belum mendapatnya program MBG, khususnya untuk santri,” ujar Yahya, saat peluncuran Gerakan Agus di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, pada Minggu (8/3/2026) sore.

Dia berharap Gerakan Agus dapat menjadi pemicu semangat berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi para santri di pesantren. Ditambah, dengan distribusi 100 ribu mushaf.

"Masya Allah, Alhamdulillah, terima kasih. Saya kira relevansi dari apa yang dikhtiarkan oleh RMI PBNU dan Yayasan Alfatihah," ucapnya. 

Manager Program Alquran Santri (AQSI), Meida Yusna Ilmiah, mengatakan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sejumlah pesantren yang masih kekurangan mushaf Alquran.

"Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan Alquran di pesantren. Masih banyak santri yang belajar dengan mushaf yang sudah usang, bahkan harus bergantian untuk membaca dan menghafal,” kata Meida.

Menurutnya, program ini telah berjalan sejak 2019 dan selama ini sudah membantu ribuan pesantren di berbagai daerah. Penghimpunan mushaf dilakukan melalui AQSI, sedangkan distribusinya akan dilakukan melalui program Ekspedisi Quran.

Untuk menentukan pesantren penerima manfaat, pihaknya melakukan pendataan secara menyeluruh. Pesantren yang teridentifikasi membutuhkan mushaf Alquran akan menjadi prioritas penyaluran.

AQSI juga menggandeng RMI PBNU karena memiliki jaringan pesantren yang luas di seluruh Indonesia. 

"Kami membantu pengadaan mushafnya, sedangkan RMI PBNU membantu dari sisi data dan jangkauan pesantren," jelasnya.

Melalui kerja sama tersebut, distribusi mushaf direncanakan menjangkau berbagai daerah, mulai dari Aceh Tamiang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.

Untuk tahap peluncuran program yang digelar di Pondok Pesantren Al-Uswah, Jawa Tengah, AQSI menyalurkan sekitar 5.860 mushaf Alquran.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved