Berita Semarang
Jatingaleh Arah Ungaran Padat Merayap Malam Ini, Tri Tak Bisa Masuk Tol Imbas One Way
Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang di sepanjang Jalan Teuku Umar, dengan laju padat merayap, nyaris tak bergerak menuju arah Ungaran.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lampu-lampu dari kendaraan menghiasi kawasan Flyover Jatingaleh Semarang pada Selasa (24/3/2026) malam.
Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang di sepanjang Jalan Teuku Umar, dengan laju padat merayap, nyaris tak bergerak menuju arah Ungaran atau Gombel.
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan mulai terjadi sejak petang dan masih berlangsung hingga pukul 20.00. Ketersendatan terlihat di jalur menuju selatan, baik di jalur bawah maupun di atas flyover.
Sementara itu, arus sebaliknya dari arah Gombel menuju pusat Kota Semarang terpantau ramai lancar.
Baca juga: One Way Nasional Diberlakukan Hingga 29 Maret, Mulai Kalikangkung Semarang Arah Jakarta
• Olah TKP Petasan Maut di Pekalongan, Polisi Temukan Sisa Mesiu dan Selongsong
Imbas One Way Nasional
Kondisi ini tak lepas dari pemberlakuan rekayasa lalu lintas nasional berupa sistem satu arah (one way) yang diterapkan untuk arus balik Lebaran 2026.
Skema itu diberlakukan dari KM 459 Gerbang Tol Salatiga hingga KM 70 Cikampek, yang memprioritaskan kendaraan menuju Jakarta.
Dampaknya, akses masuk tol di Jatingaleh menuju arah Salatiga atau jalur A ditutup total.
Tampak water barrier berwarna oranye dipasang tepat di depan rambu “Masuk Jalan Tol”, sementara petugas berjaga menghentikan kendaraan yang hendak masuk.
Sebuah papan bertuliskan “Solo/Jogja/Surabaya Gunakan Jalur Arteri” terpasang di akses masuk tol Jatingaleh.
Puluhan mobil tampak berhenti, sebagian pengemudi bahkan turun untuk memastikan informasi.
Mereka terpaksa melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri.
Pemudik Terjebak Kepadatan 1 Jam
Satu di antara pemudik, Tri Atmaja (50) terjebak lebih dari satu jam akibat penutupan tersebut.
Dia yang berangkat dari Cianjur menuju Surakarta sempat mengandalkan navigasi digital, namun informasi yang diterima tidak sesuai kondisi di lapangan.
“Saya mau ke Solo, dari Cianjur. Ini di Google Maps dibilang buka, ternyata ditutup,” kata dia.
Tri sudah lebih dari satu jam terjebak antrean.
| BREAKING NEWS Pria Meninggal Setelah Menepikan Motornya di Jalan Sriwijaya Semarang |
|
|---|
| Siaga Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pemprov Jateng Alokasikan Ketersediaan Air Bersih 123 Juta Liter |
|
|---|
| Potret Toleransi Perayaan Paskah 2026 di Semarang, Wanita Berhijab Pun Ikut Menyaksikan |
|
|---|
| Dari Nasi Rp5 Ribu ke Tanah Suci, Kisah Supriatun Pedagang di Pasar Mangkang Naik Haji |
|
|---|
| Pengumuman Tiga Besar Calon Sekda Kota Semarang Ditunda, Dewan: Harus Disertai Penjelasan Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260324-_-Kepadatan-Kendaraan-di-Flyover-Jatingaleh-Semarang.jpg)