Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BREAKING NEWS: Kebakaran Landa 2 Laboratorium SMKN 5 Semarang, 36 Komputer Hangus

Aroma hangus sisa kebakaran masih menyengat di lorong depan ruang praktik listrik dan ruang AutoCAD jurusan arsitektur di SMKN 5 Semarang

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
KONDISI PASCA KEBAKARAN - Kondisi pascakebakaran terlihat di depan ruang praktik listrik dan laboratorium AutoCAD SMKN 5 Semarang, Karangturi, Semarang Timur, Jumat (3/4/2026) pagi. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam sekitar pukul 21.15 WIB itu menghanguskan dua ruang laboratorium dan merusak sejumlah fasilitas penting. 

“Awalnya listrik tiba-tiba mati, saya cek panel. Mau saya hidupkan lagi, tapi malah ada kepulan asap banyak,” kata dia ketika ditemui, Jumat.

Melihat kondisi tersebut, Rizal langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari pos keamanan dan berusaha memadamkan api secara mandiri. 

Namun upaya itu tidak berhasil.

“Saya langsung ambil APAR, pecahin kaca, disemprotkan, tapi tidak mati, malah tambah besar. Pakai tiga APAR juga tidak bisa mengatasi,” imbuh dia.

Tak ingin api semakin membesar, Rizal segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat pun diberikan.

“Saya langsung telepon Damkar, alhamdulillah langsung diangkat dan meluncur hitungan menit,” ungkap dia.

Dua ruangan yang terdampak adalah laboratorium listrik dan satu ruang laboratorium gambar bangunan berbasis AutoCAD. 

Di dalamnya terdapat sekitar 36 unit komputer dengan spesifikasi tinggi yang seluruhnya ikut terbakar.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Ditaksir sama Inafis dan pihak sekolah kurang lebih hampir 200 juta, tapi belum pasti, karena satu komputer spesifikasinya di atas 10 juta,” jelas Rizal.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. 

Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). 

Saat ini, area terdampak telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Meski dua ruang laboratorium tidak dapat digunakan, aktivitas belajar mengajar di SMKN 5 Semarang tetap berjalan normal di area lain. 

Pihak sekolah juga tengah menyiapkan langkah alternatif bagi siswa, khususnya jurusan gambar bangunan, agar tetap dapat menjalankan praktik.

“Untuk sementara praktik di lab belum memungkinkan. 

Kemungkinan siswa menggunakan laptop pribadi,” pungkas Rizal. (rez)

Baca juga: Laila Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Kramat Batang, Sempat Minta Tolong Saat Terseret Arus

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved