Semarang
Musda HDII Jateng 2026, Penguatan Ekosistem Jadi Sorotan Utama
Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) menegaskan pentingnya penguatan ekosistem dan penghargaan terhadap profesi.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) menegaskan pentingnya penguatan ekosistem dan penghargaan terhadap profesi desainer interior, khususnya di Jawa Tengah yang dinilai memiliki potensi besar.
Ketua Umum HDII Pusat periode 2024–2027, Adi Surya Triwibowo, mengatakan saat ini iklim dunia desain interior di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, terus menunjukkan tren positif.
“Penghargaan di masyarakat jasa konstruksi sudah cukup baik, tetapi memang masih perlu edukasi dan sosialisasi agar semua pihak memahami bahwa desainer interior adalah profesi terspesialisasi,” ujarnya dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) HDII Jawa Tengah 2026, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Link Live Streaming Persiku Kudus vs PSIS Semarang, Kick Off Pukul 15.30 WIB
Baca juga: Sosok Sutan Harhara di Mata Legenda PSIS Semarang Khusnul Yaqien: Sabar dan Haus Ilmu
Ia menegaskan, profesi desainer interior memiliki nilai intelektual yang tidak bisa diabaikan, termasuk dalam praktik proyek desain dan bangun (design and build).
“Desain tidak bisa lagi dianggap gratis. Itu bagian dari intellectual property yang harus dihargai,” tegasnya.
Menurut Adi, HDII saat ini juga aktif mendorong penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta standar tarif jasa bagi pelaku di ekosistem desain interior, mulai dari desainer hingga tenaga pendukung seperti admin proyek dan spesifikator.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya tawar profesi di industri konstruksi.
Sementara itu, Ketua HDII Jawa Tengah periode 2022–2025, Rosalia R. Rihadiani, menyebut perkembangan dunia desain interior di Jawa Tengah saat ini sangat pesat, terutama dari kalangan generasi muda.
“Anak-anak muda sekarang mulai melirik desain interior sebagai profesi yang menjanjikan. Bahkan dari latar belakang arsitektur juga banyak yang masuk ke bidang ini,” katanya.
Ia menilai, pertumbuhan sektor usaha seperti kafe dan ruang komersial turut mendorong kebutuhan akan jasa desain interior di Jawa Tengah.
“Semua butuh ambience yang menarik, itu peluang besar bagi desainer interior,” ujarnya.
Rosalia menambahkan, secara ekonomi peluang di sektor ini masih terbuka lebar.
Berdasarkan pengamatannya di dunia akademik, sekitar 50–60 persen mahasiswa kini tertarik menekuni desain interior.
Rangkaian kegiatan Musda HDII Jawa Tengah 2026 kali ini, dimulai dari pemubukaqn karya desain interior, workshop simpan, product knowledge, workshop 360° experience sekaligus tour dalam karya interior.
Pada esok, Minggu (12/4/2026). Musda dimulai dan kepemilihan Ketua Jawa Tengah.
Forum ini sekaligus menjadi momentum pergantian kepemimpinan organisasi di tingkat daerah.
HDII berharap, kepemimpinan baru nantinya mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pendidikan, hingga pelaku industri, guna mendukung pertumbuhan desain interior di Jawa Tengah. (Rad)
| 65 Rumah di Gedawang Banyumanik Terdampak Puting Beliung, Pemkot Semarang Beri Bantuan |
|
|---|
| Gara-gara Tikus, Petani di Tegalwaton Semarang Empat Kali Gagal Panen |
|
|---|
| Kisah Warga Semarang Menang Undian Berangkat Ke Hainan Cina |
|
|---|
| Ini Risiko Operasional Proyek Sampah Jadi Listrik di Kota Semarang |
|
|---|
| "Kami Segera Tindaklanjuti" Heboh Tikus Keluar dari Ompreng MBG SMKN 8 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PAMERAN-DESIGN-Pameran-design-interior.jpg)