Berita Semarang
Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui ada kesalahan dalam tata ruang di jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Agustina juga mengakui bahwa jalur Silayur merupakan urat nadi penting bagi aktivitas industri di wilayah sekitar.
Hal ini membuat penutupan jalur bagi truk bukanlah perkara mudah, sehingga pendekatan kolaboratif menjadi satu-satunya jalan keluar yang realistis saat ini.
Dia menekankan bahwa meskipun upaya kolaborasi sudah dilakukan berulang kali, kecelakaan masih kerap terjadi.
Hal ini menandakan perlunya komitmen ekstra dari para pengusaha transportasi yang armadanya melintasi jalur tersebut.
“Satu-satunya cara bagaimana? Kolaborasi Dishub, kepolisian dengan para pengusaha yang truknya lewat situ."
"Ini harus dikoordinasikan kembali. Sudah dikolaborasikan terus-menerus tapi tetap saja terjadi kecelakaan,” keluhnya.
Silayur Semarang telah lama menyandang predikat black spot atau titik rawan kecelakaan di Kota Semarang.
Jejak kelam jalur ini tercatat berulang kali, termasuk insiden tragis pada akhir 2024 yang merenggut nyawa dua warga.
Penanganan komprehensif kini menjadi tuntutan mendesak guna memutus rantai kecelakaan di jalur tengkorak Ngaliyan tersebut. (*)
Sumber Kompas.com
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Truk Pakan Kucing Terguling di Manyaran Semarang |
|
|---|
| Viral Pungli Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Bowo Jukir Resmi Resah Nama Tercoreng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251129_Truk-terguling-di-Silayur-Semarang.jpg)