Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

Disdag: 220 Kios dan 26 Ruko Terdampak Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

Kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan Semarang pada Rabu (29/4/2026) malam, berdampak pada ratusan kios dan ruko yang ada di kawasan itu.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
PENDINGINAN - Petugas Dinas Damkar Kota Semarang melakukan pendinginan di kios dan ruko kompleks Pasar Kanjengan yang terbakar, Kamis (30/4/2026) dini hari. Data sementara ada sekira 220 kios dan 26 ruko terdampak. 

Namun upaya pemadaman tetap berjalan dengan dukungan sumber air lain.

“Untungnya di dalam rumah hydrant masih ada tandon bawah dengan tekanan air yang cukup kuat, sehingga masih bisa dimanfaatkan oleh petugas,” tambahnya.

Selain itu, suplai air juga dibantu oleh PDAM dan BPBD, sehingga proses pemadaman dapat berlangsung relatif lancar.

“Kendala ada, tapi secara umum bisa diatasi karena ada bantuan suplai air,” ujarnya.

Saat ini, kondisi api telah dapat dikendalikan dan petugas masih melakukan proses pendinginan di beberapa titik untuk mencegah api kembali menyala.

Terkait penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang akan dilakukan tim pada Kamis (30/4/2026) pagi.

PADAMKAN API - Petugas Damkar Kota Semarang berupaya memadamkan api yang membakar Pasar Kanjengan Semarang, Rabu (29/4/2026) malam.
PADAMKAN API - Petugas Damkar Kota Semarang berupaya memadamkan api yang membakar Pasar Kanjengan Semarang, Rabu (29/4/2026) malam. (TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D)

Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus

Diawali Listrik Padam

Diberitakan sebelumnya, Rusianti masih tampak syok di sekitar Pasar Kanjengan Kota Semarang, Rabu (29/4/2026) malam.

Perempuan yang sudah puluhan tahun berdagang di kawasan itu nyaris terjebak saat api melalap deretan ruko di Blok F.

Rabu (29/4/2026) malam itu, sekira pukul 21.00, Rusanti yang kesehariannya berdagang buah itu sudah bersiap beristirahat di lapak sederhana yang juga dia gunakan untuk tidur.

“Saya sudah mau tidur, anak saya tadi habis main. Kondisinya memang sudah gelap karena mati lampu,” ujarnya.

Menurutnya, listrik di kawasan pasar padam terlebih dahulu sebelum muncul kabar adanya kebakaran.

Namun dia tidak bisa memastikan apakah padamnya listrik menjadi penyebab atau justru dampak dari api yang mulai membesar.

“Awalnya mati lampu. Saya kira memang listrik padam biasa. Tapi ternyata ada yang teriak kebakaran dari arah pojok sana (timur),” katanya.

Teriakan itu sontak membuatnya panik. Dalam kondisi gelap, Rusianti bergegas keluar menyelamatkan diri.

“Langsung bangun dan keluar. Gelap, tapi harus keluar,” ujarnya singkat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved