Berita Semarang
Ular Piton 3 Meter Ditemukan Melintas di Jalan Puri Anjasmoro Semarang, Damkar Evakuasi
Seekor ular piton dengan panjang sekira 3 meter ditemukan melintas di jalan raya kawasan jalan Puri Anjasmoro, Semarang
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
Ular Piton 3 Meter Ditemukan Melintas di Jalan Puri Anjasmoro Semarang, Damkar Evakuasi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seekor ular piton dengan panjang sekira 3 meter ditemukan melintas di jalan raya kawasan jalan Puri Anjasmoro, tepatnya depan Kampung Laut, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (6/5/2026).
Temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Yakarman Molo sekitar pukul 04.18 WIB.
Diketahui, Yakarman merupakan pengemudi ojek online (ojol). Ia melihat langsung keberadaan ular di tengah jalan saat melintas di lokasi.
"Kronologinya yang di mana depan kampung laut itu, ular itu melintas di jalan. Ya, kemudian ada Gojek. Gojek motor itu pas lewat, pas lewat ada ular melintas di jalan raya. Kemudian Gojek itu melapor ke Damkar," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono kepada Tribun Jateng.
Baca juga: Petugas Damkar Salatiga Dibelit Ular Sanca saat Melakukan Evakuasi, Ular Sembunyi di Tumpukan Kardus
Menurutnya, pengemudi ojek tersebut sempat berhenti dan mengawasi pergerakan ular di lokasi.
"Ada ular ya melintas di jalan raya, terus ditungguin sambil dia pakai HP atau melaporkan ke Damkar. Kemudian teman-teman rescue itu datang, terus kita evakuasi ularnya. Sekarang dibawa ke sini atau ke Mako Damkar," bebernya.
Saat ditemukan, lanjut dia, ular berada di tengah jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Beberapa warga juga berada di sekitar lokasi, memperhatikan keberadaan reptil tersebut.
Proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 04.50 WIB dan situasi berhasil diamankan tanpa adanya korban jiwa.
"Ular kemudian dibawa ke kantor pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.
Lebih lanjut, Tantri juga mengungkapkan temuan ular ini bukan hal baru.
Menurutnya, sudah sering Damkar mendapat laporan temuan ular terutama di area yang masih berdekatan dengan wilayah terbuka atau pinggiran kota.
"Ya, kalau kita sudah menumpuk banyak kita apa ada sebagian yang kita kembalikan ke BKSDA ya. Itu ada yang kita lepas di daerah-daerah pinggir yang yang sekiranya jauh dari masyarakat kan gitu," terangnya.
Ia menyebutkan, beberapa wilayah seperti Kecamatan Gunungpati dan Mijen kerap menjadi lokasi pelepasliaran ular karena dinilai jauh dari permukiman warga.
Selain itu, beberapa jenis ular yang tidak berbisa bahkan dimanfaatkan untuk edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
"Kayak contohnya itu dulu, sekarang ini saya pelihara sendiri corn snake itu atau ular jagung. Itu kan mahal itu. Sampai dengan sekarang masih saya pelihara di sini untuk edukasi anak-anak TK itu," bebernya. (idy)
| Hari Ini Vonis Sritex, Hotman Paris: 53 Kali Kredit Lunas, Kok Jadi Korupsi? |
|
|---|
| Sopir Alphard Viral Terobos Penutupan Jalan di Semarang Klaim Sudah Izin, Lagi Antar Artis |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 6 April 2026: Sebagian Besar Cerah |
|
|---|
| Kenang Nanda Sebelum Anak Tewas Kecelakaan di Silayur Semarang: Ar Rasya Minta McD |
|
|---|
| Longsor Beruntun 3 Rumah Roboh hanya Dalam 4 Hari di Kalialang Semarang, Warga Minta Relokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260506_damkar-semarang_ular.jpg)