Semarang
Warga Was-was Talud Sungai Cilandak Semarang Ambles Sedalam 2 Meter
Talud Sungai Cilandak di Kampung Jembawan, khususnya RT 6 RW 1, Kelurahan Kalibanteng Kulon.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Warga lain, Supat (71) menyebut talud tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun, sehingga kondisi strukturnya dinilai rentan.
"Bangunan ini ada sekitar 40 tahun lalu, masih muda saya," ucapnya.
Suprihatin dan Supat juga mengungkapkan, saat ambles terjadi, sempat terdengar suara retakan dari struktur talud.
"Ada (suara) kretek-kretek lah itu, sedikit-sedikit," tuturnya.
Peristiwa tersebut, menurutnya terjadi pada siang hingga menjelang sore hari dalam kondisi cuaca panas, bukan saat hujan.
“Jam 10 sampai sekitar jam 1 lah," sebutnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan keselamatan.
"Ya, harapannya masyarakat ya harus segera ditangani," ungkapnya.
Sekretaris RT 06 RW 1 Jembawan, Kalibanteng Kulon, Kiswanto (56) mengungkapkan, kondisi air sungai yang kerap tinggi menjadi salah satu faktor yang memperparah kerusakan talud.
"Karena air sampai atas sini. Air sini selalu di atas tapi kalau itu jatuh ya sudah karena itu hampir 2 meter ambrolnya," ujarnya.
Ia menambahkan, kemunculan ikan sapu-sapu diduga turut berkontribusi terhadap pengikisan, meski retakan sebenarnya sudah terjadi sebelumnya akibat derasnya arus air.
"Kalau ikan sapu-sapu mungkin bisa gerong, tapi sebelum ada ikan sapu-sapu sudah retak karena air kenceng, ditembel swadaya warga, pakai semen nembelnya, mungkin dua tahun lebih," katanya.
Menurut Kiswanto, panjang talud yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 30 meter dan berpotensi terus meluas ke arah selatan.
"30 meter ada itu. Itu mungkin masih bisa ke selatan. Ini mungkin bisa sejam dua jam ambrol lagi," ungkapnya.
Ia memaparkan, kerusakan paling parah terjadi dalam dua hari terakhir, meskipun sebelumnya sudah ada survei dari pihak kelurahan dan kecamatan lebih dari sepekan lalu.
"Paling parah dua hari ini, lebih dari seminggu yang lalu survei pak lurah dan pak camat. Ini masih gerak terus merambat ke selatan, semua bisa terdampak," jelasnya.
| Warga Semarang Kini Bisa Akses 20 Layanan Publik Lewat Satu Aplikasi |
|
|---|
| Dulu Sebrangi Sungai, Kini Warga Siwal Semarang Nikmati Akses Jembatan Garuda |
|
|---|
| Tanggul Sungai Hingga Jalan Kampung di Kalibanteng Kulon Amblas, Warga Duga Ulah Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
| Nasib Pilu Nanda, Tak Lama Setelah Anak Meninggal Kecelakaan, Rumahnya di Semarang Longsor |
|
|---|
| Riset AI Kesehatan di Semarang, Diagnosis Kanker Serviks Ditargetkan Lebih Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TALUD-AMBLES-Kondisi-talud-ambles-di-Kampung.jpg)