Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Warga Was-was Talud Sungai Cilandak Semarang Ambles Sedalam 2 Meter

Talud Sungai Cilandak di Kampung Jembawan, khususnya RT 6 RW 1, Kelurahan Kalibanteng Kulon.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
TALUD AMBLES - Kondisi talud ambles di Kampung Jembawan, khususnya RT 6 RW 1, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang, mengalami ambles hingga kedalaman mencapai sekitar 2 meter, Rabu (6/5/2026). 

Warga lain, Supat (71) menyebut talud tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun, sehingga kondisi strukturnya dinilai rentan.

"Bangunan ini ada sekitar 40 tahun lalu, masih muda saya," ucapnya.
Suprihatin dan Supat juga mengungkapkan, saat ambles terjadi, sempat terdengar suara retakan dari struktur talud.

"Ada (suara) kretek-kretek lah itu, sedikit-sedikit," tuturnya.

Peristiwa tersebut, menurutnya terjadi pada siang hingga menjelang sore hari dalam kondisi cuaca panas, bukan saat hujan.

“Jam 10 sampai sekitar jam 1 lah," sebutnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan keselamatan.

"Ya, harapannya masyarakat ya harus segera ditangani," ungkapnya.

Sekretaris RT 06 RW 1 Jembawan, Kalibanteng Kulon, Kiswanto (56) mengungkapkan, kondisi air sungai yang kerap tinggi menjadi salah satu faktor yang memperparah kerusakan talud.

"Karena air sampai atas sini. Air sini selalu di atas tapi kalau itu jatuh ya sudah karena itu hampir 2 meter ambrolnya," ujarnya.

Ia menambahkan, kemunculan ikan sapu-sapu diduga turut berkontribusi terhadap pengikisan, meski retakan sebenarnya sudah terjadi sebelumnya akibat derasnya arus air.

"Kalau ikan sapu-sapu mungkin bisa gerong, tapi sebelum ada ikan sapu-sapu sudah retak karena air kenceng, ditembel swadaya warga, pakai semen nembelnya, mungkin dua tahun lebih," katanya.

Menurut Kiswanto, panjang talud yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 30 meter dan berpotensi terus meluas ke arah selatan.

"30 meter ada itu. Itu mungkin masih bisa ke selatan. Ini mungkin bisa sejam dua jam ambrol lagi," ungkapnya.

Ia memaparkan, kerusakan paling parah terjadi dalam dua hari terakhir, meskipun sebelumnya sudah ada survei dari pihak kelurahan dan kecamatan lebih dari sepekan lalu.

"Paling parah dua hari ini, lebih dari seminggu yang lalu survei pak lurah dan pak camat. Ini masih gerak terus merambat ke selatan, semua bisa terdampak," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved