Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

12 SD di Kabupaten Semarang Direncanakan akan Digabung Jadi Enam Sekolah

Pemerintah Kabupaten Semarang merencanakan regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD) negeri. Ada sebanyak 12 SD negeri.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten Semarang merencanakan regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD) negeri. Ada sebanyak 12 SD negeri yang nantinya akan dilakukan regrouping menjadi enam SD pada 2026 ini.  

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman mengatakan, usulan regrouping berasal dari koordinator wilayah (korwil) pendidikan di masing-masing kecamatan.

“Awalnya ada sekitar 20 SD yang diusulkan menjadi 10. Tahun ini, ada 12 sekolah yang kita saring lagi menjadi enam. Tahapannya panjang, mulai dari usulan, verifikasi, musyawarah sampai akhirnya ditetapkan regrouping," terangnya, Senin (11/5/2026). 

Ia menjelaskan, beberapa wilayah masuk kajian regrouping antara lain Kecamatan Kaliwungu dan Tengaran. Menurutnya, regrouping dilakukan karena sejumlah sekolah memiliki jumlah siswa yang sedikit. Dia menyebut, potensi lulusan TK dan RA pada 2026 mencapai 13.865 siswa. Sementara itu, daya tampung SD dan MI mencapai 23.165 siswa. Artinya, terdapat selisih kapasitas sekitar 9.300 kursi. 

Baca juga: Paman Penganiaya Keponakan di Semarang Masih Buron, Korban Alami Luka Bakar 30 Persen

Baca juga: DPRD Jateng Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen pada Kuartal I 2026

"Kita bicaranya itu potensi. Tapi, kalau SMP, beberapa menarik murid dari luar (Kabupaten Semarang)," sebutnya.

Selain itu, Kecamatan Pringapus juga masuk kajian regrouping SD. Pasalnya, terdapat sekolah dengan lokasi cukup berdekatan yang perlu ditinjau kembali. 

"Dulu banyak sekolah Inpres, kanan kiri dalam satu kampus," ucapnya. 

Dengan dilakukan regrouping, dia ingin managemen pendidikan lebih rapi, tertata, dan efektif. 

Di sisi lain, Pemkab Semarang juga menyiapkan rencana pembangunan SMP negeri baru di Kecamatan Pringapus. Sekolah tersebut direncanakan menjadi SMP Negeri 4 Pringapus yang berlokasi di Klepu.

Taufiq menyebut, saat ini kajian lokasi masih dilakukan, termasuk melihat daya dukung wilayah, ketersediaan lahan, hingga potensi jumlah siswa.

"Targetnya bisa direalisasikan tahun ajaran 2027/2028," katanya.

Tak hanya di Pringapus, Disdikbudpora juga tengah mengkaji rencana pembangunan SMP Negeri 4 Tuntang di Desa Sraten. Pihaknya juga berupaya mengubah sekolah satu atap (satap). Sekolah satap yang terdiri dari beberapa jenhang yakni SD dan SMP nantinya ajan menjadi SMP negeri.

"Kalau tenaga pendidik dan sarpras sudah terpenuhi, sekolah satap bisa menjadi SMP negeri mandiri sehingga dukungan dari pusat juga lebih kuat," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, regrouping sekolah masih terus dibahas bersama dinas terkait.

"Ada beberapa sekolah yang memang direncanakan regrouping. Selain itu juga ada penambahan SMP baru, terutama di wilayah dengan kuota siswa tinggi seperti Kecamatan Pringapus," sebutnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved