Semarang
Profil Handi Priyanto, Sekda Definitif Kota Semarang
Pemerintah Kota Semarang kini resmi memiliki sekretaris daerah (sekda) definitif. Jabatan yang sebelumnya diisi penjabat (Pj) Sekda.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kini resmi memiliki sekretaris daerah (sekda) definitif. Jabatan yang sebelumnya diisi penjabat (Pj) Sekda oleh Budi Prakosa kini dijabat oleh Handi Priyanto.
Handi Priyanto merupakan birokrat yang sebelumnya berkarier di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 7 Juni 1976 itu memiliki latar belakang pendidikan pemerintahan dan telah menempati sejumlah posisi struktural di pemerintahan daerah.
"Saya statusnya dulu PNS Pusat DPB diperbantukan. Kemudian penempatan pertama saya di Kabupaten Muna," ujar Handi saat menceritakan awal perjalanan kariernya usai pelantikan di Gedung Moch Ichsan, Balaikota Semarang, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, penugasan awal dilakukan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Setelah itu ia berpindah ke Kabupaten Kendari sebelum bertugas di Kementerian Dalam Negeri.
Baca juga: Sosok Widodo C Putro Pelatih Anyar PSIS Semarang, 2 Musim Berturut-turut Bawa Tim Promosi
Baca juga: BREAKING NEWS: Widodo C Putro Ditunjuk Jadi Pelatih Anyar PSIS Semarang
"Kemudian geser ke Kendari. Kemudian dari Kendari saya masuk di Depdagri di Biro Kepegawaian. Kemudian saya ke Malang. Dari Malang ke Semarang," katanya.
Handi menyebut dirinya bukan berasal dari Malang, daerah tempat ia cukup lama berkarier sebagai aparatur sipil negara.
"Saya kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat," ucapnya.
Lulusan IPDN
Dalam data yang dibagikan ke Pemerintah Kota Semarang, Handi Priyanto merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 1998. Ia juga melanjutkan pendidikan di Universitas Merdeka Malang.
Karier birokrasi Handi di Kota Malang dimulai dari tingkat kelurahan. Ia pernah menjabat sebagai Lurah Polowijen, Kecamatan Blimbing, pada 2007. Setelah itu ia dipercaya menjadi Camat Blimbing pada 2011.
Pada 2013, Handi menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang. Ia menyebut mulai menduduki jabatan eselon II sejak periode tersebut.
"Saya awal eselon 2 di sana tahun 2012, Satpol PP," ujarnya.
Setelah itu, ia menempati sejumlah posisi lain di lingkungan Pemkot Malang, di antaranya Asisten Administrasi Pemerintahan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, hingga Kepala Pelaksana BPBD.
Ia juga kembali menjabat Kepala Dinas Perhubungan pada periode berikutnya sebelum dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang selama sekitar lima tahun terakhir.
"Lima tahun terakhir di Bapenda. Di Bapenda, Kota Malang," kata Handi.
Selain jabatan struktural di pemerintahan, Handi juga tercatat pernah menjadi Dewan Pengawas Perumda pada 2022–2025 serta menjabat Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta pada 2024.
Sementara itu, dalam jejaknya di Bapenda Kota Malang, Handi menyinggung pengalaman kerjanya terkait digitalisasi sistem pendapatan daerah.
Menurutnya, penerapan digitalisasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah.
"Peningkatan PAD di Kota Malang pada saat saya menerapkan digitalisasi," ujarnya.
Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang akan diterapkan di Kota Semarang.
'Sehingga tidak ada pungli, tidak ada kebocoran terkait dengan PAD. Itu yang akan saya bawa ke Semarang untuk memaksimalkan potensi PAD, meminimalisir kebocoran kemudian hal-hal yang di luar yang seharusnya," katanya.
Terkait proses seleksi jabatan Sekda Kota Semarang, Handi menyebut dirinya mendapat izin dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang untuk mengikuti seleksi.
“Pak Wali men-support, jadi siapapun pegawai yang ikut seleksi itu diberikan izin ke mana pun dia daftar tidak pernah ada," ujarnya. (idy)
| "Semarang Mataharinya 2" ESDM Jateng Sebut Surya Jadi Sumber Energi Terbarukan Paling Potensial |
|
|---|
| Kronologi Warga Semarang Tembak Kreak Bersenjata Tajam, Awalnya Hanya Untuk Menakuti |
|
|---|
| Warga Semarang yang Menembak Kreak Bersenjata Tajam Jadi Tersangka |
|
|---|
| "Ruang Isolasi Jebol Tiga Kali", Cerita Pengelola Among Jiwo Hadapi ODGJ Kerap Melarikan Diri |
|
|---|
| Lahan Bekas Tambang di Bawen Bakal Jadi Agrowisata, Akan Dibangun Glamping hingga Kebun Buah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/SOSOK-Handi-Priyanto-saat-menceritakan-awal-perjalanan.jpg)