Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Awas, Jalan Gunungpati-Kalipancur Semarang Rusak Parah: Aspal Bergelombang dan Berlubang

Sebagian ruas membentuk cekungan dan gelombang yang membuat kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintas di Kalipancur Semarang.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/budi susanto
ASPAL MENGELUPAS - Kondisi jalan penghubung Gunungpati menuju Untung Suropati, Kota Semarang, tampak rusak dengan permukaan aspal yang terkelupas, Senin (1/6/2026). Kerusakan jalan ini menjadi sorotan warga karena telah berlangsung cukup lama dan diduga dipengaruhi tingginya mobilitas kendaraan berat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jika kamu melintasi jalur dari Gunungpati menuju Jalan Untung Suropati Kota Semarang ataupun sebaliknya, ada satu hal yang sulit diabaikan.

Bukan pemandangan perbukitan atau lalu lintas yang ramai, melainkan kondisi jalan di sejumlah titik yang tampak rusak dan bergelombang.

Tribunjateng.com menelusuri langsung ruas jalan tersebut pada Senin (1/6/2026).

Baca juga: Bos PSIS Semarang Jawab Sanksi FIFA: Kami Kroscek Siapa Pelapor dan Akar Masalahnya

Di beberapa lokasi, permukaan aspal terlihat mengelupas. Sebagian membentuk cekungan dan gelombang yang membuat kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintas.

Bagi pengendara roda dua, kondisi itu cukup merepotkan. Terlebih saat malam hari atau ketika hujan turun dan genangan air menutupi lubang di badan jalan.

Keluhan soal kondisi jalan ini sebenarnya sudah lama terdengar di kalangan warga sekitar, khususnya di Kalipancur Semarang.

Fadilah, warga setempat menyebut, kerusakan jalan semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau lewat sini memang harus hati-hati. Banyak titik yang jalannya sudah bergelombang dan rusak."

"Apalagi kalau malam atau habis hujan, kadang lubangnya tidak kelihatan," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, warga berharap ada perbaikan menyeluruh agar jalan kembali nyaman dilalui.

Sebab ruas tersebut merupakan akses penting yang setiap hari dilalui masyarakat untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut barang.

Kahudi Tagih Janji PSIS Semarang, Gaji 2 Bulan dan Kompensasi Belum Dibayar

Di sela-sela aktivitas lalu lintas yang padat, kendaraan berat tampak beberapa kali melintas di jalur tersebut.

Sebagian warga menduga tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, termasuk truk-truk yang terkait aktivitas tambang di sekitar wilayah tersebut ikut memberikan beban terhadap kondisi jalan.

Meski demikian, penyebab pasti kerusakan jalan tentu membutuhkan kajian dan penjelasan dari pihak terkait.

Yang jelas, bagi masyarakat, persoalan utama bukan sekadar siapa penyebabnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved