Berita Semarang
Pemkot Sebut Tingginya Temuan Kasus HIV di Semarang Karena Efektivitas Program Lidya Dimari
Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
Pemkot Sebut Tingginya Temuan Kasus HIV di Semarang Karena Efektivitas Program Lidya Dimari
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka itu tercatat tercatat tinggi dibandingkan kota-kota lain di Jawa Tengah.
Dinkes Kota Semarang menyebut jika temuan tersebut merupakan hasil dari peningkatan kegiatan skrining, perluasan akses layanan tes HIV, serta penguatan penemuan kasus secara aktif (active case finding) di fasilitas pelayanan kesehatan dan kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam menyebut, tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini, bukan semata-mata mencerminkan peningkatan penularan HIV di masyarakat.
Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Didominasi Penyuka Sesama Jenis
Menurutnya, upaya deteksi dini yang semakin luas memungkinkan kasus HIV ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan.
"Jumlah kasus yang ditemukan meningkat tidak selalu berarti penularan HIV meningkat. Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi," jelas Hakam, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Semarang, kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) sebesar 44 persen, diikuti pasien Tuberkulosis (TBC) 12 % , pasangan risiko tinggi 11 % , populasi umum 11 % , pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) 9 % , pelanggan pekerja seks 5 % , dan wanita pekerja seks 2 % .
Hakam menuturkan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara peningkatan temuan kasus dengan peningkatan penularan kasus.
"Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah," tambahnya.
Ia menambahkan, deteksi dini merupakan salah satu kunci utama pengendalian HIV.
Dengan mengetahui status HIV sedini mungkin, seseorang dapat segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV) sehingga tidak berkembang menjadi AIDS, tetap produktif menjalani kehidupan sehari-hari, serta memiliki kualitas hidup yang baik.
"Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil pengobatannya dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain," tambahnya.
Hakam menyebutkan, Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri memiliki program LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di malam hari).
Layanan ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses layanan kesehatan pada jam kerja.
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada Orang Dengan HIV (ODHIV).
"HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi peralatan makan, bekerja bersama, maupun aktivitas sosial lainnya. ODHIV dapat tetap hidup sehat, produktif, dan beraktivitas normal selama menjalani pengobatan ARV secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan," terangnya.
Menurutnya, beberapa upaya pencegahan dan pengendalian HIV terus dilakukan melalui peningkatan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, perluasan layanan konseling dan tes HIV, penyediaan pengobatan ARV bagi seluruh ODHIV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, pendampingan kepatuhan pengobatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan komunitas peduli HIV/AIDS.
Masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya diimbau untuk memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat.
"Seluruh layanan tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dilaksanakan dengan prinsip kerahasiaan, keamanan, serta tanpa diskriminasi," imbuhnya. (idy)
| Gelombang dan Sirene Iringi Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak di Laut Semarang |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 4 Juni 2026: Berawan |
|
|---|
| ICBE 2026 Soroti Peran Kebijakan Fiskal dalam Mendorong Ekonomi Berkelanjutan |
|
|---|
| Kata Camat di Semarang yang Viral Tolak Tanda Tangani Berkas Warga, Jelaskan Kronologinya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 3 Juni 2026: Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260203_Abdul-Hakam.jpg)