Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Jelang Sidang Sudewo di Semarang, Polisi Siapkan Skema Pengamanan

Polrestabes Semarang mulai memetakan potensi pergerakan massa menjelang sidang perdana mantan Bupati nonaktif Pati, Sudewo

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
SUASANA RUTAN - Suasana di depan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Semarang di Jalan Dr. Cipto, Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (9/6/2026). Di tempat tersebut, Bupati Pati nonaktif Sudewo ditahan sebagai tahanan titipan KPK menjelang sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. 

Jelang Sidang Sudewo di Semarang, Polisi Siapkan Skema Pengamanan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Polrestabes Semarang mulai memetakan potensi pergerakan massa menjelang sidang perdana mantan Bupati nonaktif Pati, Sudewo, yang dijadwalkan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Senin (15/6/2026).

Sidang tersebut akan menjadi awal proses pembuktian dua perkara korupsi yang menjerat Sudewo

Mantan anggota Komisi V DPR RI itu didakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati serta dugaan suap dan gratifikasi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Perkara tersebut sejak awal menyedot perhatian publik di Kabupaten Pati.

Baca juga: Terlihat Pucat dan Syok saat Tiba di Rutan Semarang, Ini Jadwal Sidang Bupati Pati Nonaktif Sudewo

Dari informasi yang beredar, kasus itu juga memunculkan kemungkinan hadirnya massa dari Pati yang ingin mengawal jalannya persidangan di Semarang.

Meski hingga Kamis (11/6/2026) belum ada surat pemberitahuan resmi terkait aksi unjuk rasa, pihak kepolisian mengaku sudah mulai menyusun skema pengamanan dan memetakan berbagai potensi yang mungkin terjadi saat sidang perdana berlangsung.

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemantauan intelijen terkait kemungkinan adanya pengerahan massa menuju Pengadilan Tipikor Semarang.

"Apabila nanti memang ada pergerakan massa yang menuju PN Tipikor Semarang, tentu kita akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Sat Intelkam. 

Kita kumpulkan data, kemudian kalau memang ada pengerahan massa, kita siapkan rangkaian pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup," kata Kompol Riki kepada Tribunjateng.com, Kamis.

Menurut dia, informasi mengenai asal massa, jumlah peserta hingga tujuan aksi akan menjadi dasar penyusunan pola pengamanan di lapangan.

Polrestabes juga menegaskan setiap kegiatan pengumpulan massa harus melalui mekanisme pemberitahuan kepada kepolisian sehingga dapat dianalisis tingkat potensi gangguan keamanannya.

"Kalau memang ada kegiatan pengumpulan massa tentu harus ada pemberitahuan.

Dari situ nanti kita analisa perkembangan situasinya, berapa massa yang hadir dan dari mana asalnya. 

Itu akan mempengaruhi bagaimana skema pengamanan jalur maupun pengamanan aksinya," imbuh dia.

Hingga saat ini, lanjut Kompil Riki, belum ada izin ataupun pemberitahuan resmi mengenai aksi massa yang akan digelar saat sidang perdana Sudewo.

Meski demikian, aparat tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan berbagai tingkat eskalasi pengamanan.

"Sementara belum ada. Namun kami sudah mulai membaca skema dan potensi yang ada. Nanti ada eskalasi pengamanan mulai situasi hijau, kuning sampai merah, itu sudah menjadi SOP kami," ungkap dia.

Jalur Rutan-Tipikor Masuk Pengamanan

Selain mengantisipasi konsentrasi massa di kawasan pengadilan, kepolisian juga menyiapkan pengamanan terhadap proses pemindahan Sudewo dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Semarang menuju ruang sidang.

Kompol Riki mengatakan pengawalan tahanan merupakan bagian dari prosedur standar yang dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait.

"Kalau perpindahan dari rutan ke pengadilan tentu kita berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Pengamanannya pasti dilakukan karena memang sudah sesuai SOP. 

Jika dibutuhkan, tentu akan dilaksanakan pengawalan," pungkas dia.

Dua Kubu Massa Diprediksi Hadir

Dari informasi yang dihimpun, potensi kedatangan massa ke Semarang tidak hanya berasal dari satu kelompok.

Dikabarkan, terdapat kemungkinan hadirnya dua kelompok dengan kepentingan berbeda.

Kelompok pertama adalah massa yang selama ini aktif mengawal kasus hukum Sudewo

Mereka berasal dari elemen masyarakat sipil, aktivis lokal hingga sebagian perangkat desa yang merasa dirugikan dalam perkara dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.

Kelompok tersebut diperkirakan datang untuk mengawal proses hukum sekaligus memberikan dukungan moral kepada jaksa penuntut umum agar perkara berjalan transparan.

Sementara kelompok kedua merupakan simpatisan Sudewo yang berasal dari jejaring pendukung politik, relawan maupun kerabat dekat. 

Kehadiran mereka disebut bertujuan memberikan dukungan moral kepada mantan bupati tersebut menjelang sidang perdananya.

Sudewo di Rutan

Sejak dipindahkan dari Jakarta ke Rutan Kelas I Semarang pada 5 Juni 2026, Sudewo juga menjadi sorotan publik. 

Menjelang sidang perdana, Sudewo masih menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) di Rutan Kelas I Semarang setelah dipindahkan dari rumah tahanan KPK di Jakarta.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Kelas I Semarang, Zove Ardani, mengatakan bahwa selama masa mapenaling, Sudewo belum diperbolehkan menerima kunjungan dari pihak luar.

Bahkan, menurut Zove, sempat ada pihak yang datang ke ruang pelayanan untuk menemui mantan Bupati Pati tersebut. 

Namun permintaan itu ditolak karena aturan mapenaling berlaku bagi seluruh tahanan baru tanpa pengecualian.

"Selama masa mapenaling itu tidak boleh ada yang menjenguk. Kemarin juga ada yang datang ke ruang pelayanan, tapi ditolak secara halus karena dalam masa mapenaling tidak boleh dikunjungi," kata Zove saat ditemui di Rutan Kelas I Semarang, Selasa (9/6/2026).

Zove juga mengungkapkan kondisi Sudewo sempat mengalami tekanan psikologis saat pertama kali masuk rutan. 

Dalam pemeriksaan kesehatan awal, tekanan darahnya tercatat mencapai sekitar 190 sebelum akhirnya menurun setelah mendapat penanganan petugas medis.

"Pas awal mungkin agak syok ya. Mungkin agak pucat seperti kebanyakan orang pada umumnya ketika baru masuk," ujarnya.

Meski demikian, kondisi Sudewo disebut berangsur membaik setelah beberapa hari menjalani aktivitas rutin di lingkungan rutan, termasuk mengikuti kegiatan berjemur pada pagi hari. 

Hingga kini, pihak rutan memastikan tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Sudewo dan seluruh aturan pembinaan tetap diterapkan sebagaimana tahanan lainnya menjelang sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Semarang. (rez)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved