SPMB 2026
Mualim Minta Disdik Kota Semarang Perluas Pelibatan Sekolah Swasta Gratis
Komisi D DPRD Kota Semarang meminta Disdik memperluas pelibatan sekolah swasta gratis dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi D DPRD Kota Semarang meminta Disdik memperluas pelibatan sekolah swasta gratis dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, minat masyarakat terhadap sekolah swasta gratis cukup tinggi.
Kondisi itu terlihat dari data pendaftaran dalam SPMB yang menunjukkan sejumlah sekolah swasta telah melebihi daya tampung.
Baca juga: Kondisi Terkini 8 Santri Korban Pencabulan Pria Ngaku Habib di Susukan Semarang, Ini Kata Polisi
“Sekolah swasta gratis ternyata peminatnya cukup tinggi dan hampir rata-rata saya lihat di statistik SPMB, semuanya melebihi kuota, daya tampung," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Mualim, keberadaan sekolah swasta gratis dapat membantu menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
"Kalau tidak diterima di negeri justru ini meringankan teman-teman Disdik dan pihak sekolah."
"Berarti secara tidak langsung menyadari 'anakku ra iso ketemu negeri yo podo wae sing penting nek niate sekolah'. Itu baguslah," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, Komisi D meminta Dinas Pendidikan menjaring lebih banyak sekolah swasta agar dapat menerima siswa yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
"Saya sudah minta Disdik untuk menjaring sekolah-sekolah swasta, baik SD, SMP agar semuanya bisa ataupun mau menerima siswa yang tidak tertampung," ujar Mualim.
Dia menilai, pelibatan sekolah swasta tidak seharusnya terbatas pada sekolah tertentu saja.
Menurutnya, semakin banyak sekolah yang dilibatkan maka semakin besar peluang siswa mendapatkan akses pendidikan.
"Contoh saja mungkin kemarin baru berapa, umpamanya 30 sekolah swasta, nah ini bagaimana untuk komunikasi?"
"Kelihatannya sekolah-sekolah swasta ini pun yang dijaring sekarang sudah yang favorit-favorit," katanya.
• Sidang Korupsi Sudewo Digelar Senin 15 Juni 2026 di Tipikor Semarang, AMPB Ikut Mengawal?
Mualim juga meminta agar siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, baik dari jalur afirmasi maupun nonafirmasi, dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk masuk ke sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.
"Kami minta seperti itu. Nah, tapi kalau yang tidak diterima di sekolah negeri, sekolah swasta itu bisa menampung."
"Karena, Pemkot Semarang memberikan kontribusi untuk biaya di sekolah swasta," ujarnya.
Selain itu, dia meminta Dinas Pendidikan menjalin komunikasi dengan lebih banyak sekolah swasta agar pilihan bagi calon siswa semakin beragam.
"Jadi kami minta kemarin bahasanya nanti hukumnya wajib," katanya.
Menurut Mualim, pelibatan sekolah swasta yang lebih luas dapat menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri setiap tahun.
“Karena nuwun sewu, identiknya kadang orang menilai sekolah yang rampung ini hanya sekolah yang kurang-kurang berbobot atau kurang prestasi. Sekarang kami minta rangkul semua," ujarnya. (*)
| DPRD Minta Solusi untuk Sekolah yang Kelebihan dan Kekurangan Pendaftar |
|
|---|
| Kabar Terkini SPMB 2026, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Gratis di Sekolah Swasta |
|
|---|
| Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server |
|
|---|
| Hari Pertama SPMB TK dan SD di Semarang, Sudah Ada 6.300 Pendaftar |
|
|---|
| SPMB Batang SMAN 1 Batang Batasi Antrean Hanya 100 Orang per Hari, Antisipasi Tumpukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260612-_-Mualim-DPRD-Kota-Semarang.jpg)