Tribunjateng Hari ini
Musik Digital Menggempur, Come Store Semarang Setia dengan Kaset, CD, dan Piringan Hitam
Come Store resmi aktif beroperasi pada 2017. Kini, lebih dari 5.000 koleksi musik tersusun rapi di berbagai sudut toko.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
Menariknya, fungsi rilisan fisik kini tidak lagi sekadar media pemutar musik. Di berbagai kafe dan ruang kreatif, piringan hitam mulai dipajang sebagai elemen dekorasi.
Rak-rak vinyl menjadi bagian dari estetika interior yang dianggap mampu menghadirkan karakter dan suasana tertentu.
“Sekarang banyak kafe menghadirkan spot dengan koleksi vinyl dan perangkat pemutarnya. Bahkan ada yang memperbolehkan pengunjung memutar koleksi milik kafe atau membawa vinyl sendiri,” kata Brury.
Menurut dia, musik memiliki hubungan erat dengan gaya hidup, buku, film, hingga cara seseorang memandang dunia. Karena itu, koleksi musik yang dimiliki seseorang sering kali menjadi gambaran tentang dirinya.
“Playlist atau koleksi musik bisa menjadi cerminan personal. Mungkin tidak bisa divalidasi sepenuhnya, tapi setidaknya ada keterkaitannya dengan lifestyle,” ujarnya.
Come Store menjual berbagai rilisan fisik dari beragam genre, mulai pop, rock, jazz, indie, metal, underground hingga musik religi. Harganya pun beragam, mulai Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah untuk item-item langka yang memiliki nilai historis tinggi. Meski demikian, Brury menilai harga sebuah rilisan tidak selalu ditentukan usia barang.
“Barang lama apakah mesti mahal? Tidak juga. Mungkin bukan mahal, hanya kurang giat menabung saja,” katanya sambil tertawa.
Dia mengaku sering menemukan kisah unik dari para kolektor.
Terdapat pelanggan yang rela membeli vinyl bernilai jutaan rupiah meski belum memiliki pemutarnya.
Selain itu, ada pula yang sabar menunggu bertahun-tahun demi mendapatkan album impian yang dianggap memiliki nilai sentimental tinggi.
“Setiap rilisan punya sejarah. Dan bagi yang memahami sejarahnya, harga itu menjadi sesuatu yang wajar,” ujarnya.
Edukasi Jadi Kunci
Di tengah maraknya layanan streaming dan kemudahan akses musik digital, Brury percaya edukasi menjadi alasan utama Come Store bisa bertahan hampir satu dekade.
Dia rutin berbagi pengetahuan mengenai kualitas audio, sejarah rilisan, hingga cara merawat kaset, CD dan vinyl kepada para pelanggan yang datang.
“Satu di antara hal yang membuat toko kami bertahan sampai sekarang adalah edukasi. Apa pun yang kami tahu soal musik, kami bagikan,” katanya.
| Mahasiswa Blokade Jalan Pahlawan, Polisi Bubarkan Pakai Raisa |
|
|---|
| Liyana Selalu Bawa Ketupat untuk Suranan di Tepi Jalan Protokol Ungaran |
|
|---|
| Istri Sudewo Baru Bertemu Suami di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor |
|
|---|
| Sudewo Tersenyum Lebar Seusai Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Semarang |
|
|---|
| Ikut Geladi Bersih Malam Satu Sura, Tiga Kebo Bule Sulit Dikendalikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-17-Juni-2026.jpg)