Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

8 Pasar di Semarang Sepi dan Nyaris Mati, DPRD Minta Jangan Asal Revitalisasi

Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tidak terburu-buru membangun ulang pasar yang sepi

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/budi susanto
BERI PENJELASAN - Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo menjelaskan tentang temuan terkait beberapa pasar tradisional yang kondisinya memprihatinkan, hal tersebut dijelaskan Joko saat ditemui awak media di DPRD Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). 

8 Pasar di Semarang Sepi dan Nyaris Mati, DPRD Minta Jangan Asal Revitalisasi: Jangan Hanya Bangun Gedung Baru

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Deretan kios kosong, lorong yang lengang, hingga lapak yang berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan barang bekas menjadi pemandangan yang ditemukan DPRD Kota Semarang saat meninjau sejumlah pasar tradisional.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa revitalisasi pasar yang selama ini identik dengan pembangunan fisik belum tentu mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.

Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tidak terburu-buru membangun ulang pasar yang sepi.

Sebelum anggaran digelontorkan, pemerintah diminta melakukan kajian mendalam agar pasar yang direvitalisasi tidak kembali menjadi bangunan kosong.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Fadia Arafiq, KPK Periksa Belasan Saksi di Polres Pekalongan Kota

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan saat ini terdapat sedikitnya delapan pasar tradisional yang membutuhkan perhatian serius karena aktivitas perdagangannya terus menurun.

"Kami meminta Dinas Perdagangan melakukan kajian yang komprehensif. Jangan hanya merobohkan lalu membangun kembali pasar, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu fungsi dan konsep pengembangannya agar benar-benar bermanfaat," ujar Joko, Rabu (17/6/2026).

Salah satu pasar yang menjadi sorotan adalah Pasar Tanah Mas. Saat melakukan inspeksi mendadak, DPRD menemukan sebagian besar kios sudah tidak lagi digunakan untuk berdagang.

Bahkan beberapa ruang pasar berubah fungsi menjadi tempat tidur dan gudang penyimpanan barang bekas.

"Di Pasar Tanah Mas tinggal beberapa kios yang digunakan. Selebihnya kosong, bahkan ada yang menjadi tempat tidur dan penyimpanan rongsokan," katanya.

Selain Pasar Tanah Mas, pasar lain yang masuk daftar evaluasi yakni Pasar Gedawang, Pasar Banjardowo, Pasar Mateseh, Pasar Klitikan Waru, Pasar Udan Riris, Pasar Banyumanik, dan Pasar Surya Kusuma.

Menurut Joko, setiap pasar memiliki karakteristik berbeda sehingga solusi yang diterapkan tidak bisa disamaratakan.

Ia menilai revitalisasi tidak harus selalu berujung pada pembangunan pasar baru. Pemerintah perlu melihat potensi kawasan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

"Kalau memang lebih cocok menjadi sentra kuliner atau fungsi ekonomi lainnya, itu bisa dipertimbangkan. Yang penting setelah dibangun tidak kembali sepi," tegasnya.

Temuan menarik juga didapat saat DPRD meninjau Pasar Sampangan. Pasar tersebut masih tergolong ramai dan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Namun, lantai atas bangunan pasar belum termanfaatkan secara maksimal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved