Berita Semarang
8 Pasar di Semarang Sepi dan Nyaris Mati, DPRD Minta Jangan Asal Revitalisasi
Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tidak terburu-buru membangun ulang pasar yang sepi
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
8 Pasar di Semarang Sepi dan Nyaris Mati, DPRD Minta Jangan Asal Revitalisasi: Jangan Hanya Bangun Gedung Baru
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Deretan kios kosong, lorong yang lengang, hingga lapak yang berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan barang bekas menjadi pemandangan yang ditemukan DPRD Kota Semarang saat meninjau sejumlah pasar tradisional.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa revitalisasi pasar yang selama ini identik dengan pembangunan fisik belum tentu mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.
Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang tidak terburu-buru membangun ulang pasar yang sepi.
Sebelum anggaran digelontorkan, pemerintah diminta melakukan kajian mendalam agar pasar yang direvitalisasi tidak kembali menjadi bangunan kosong.
Baca juga: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Fadia Arafiq, KPK Periksa Belasan Saksi di Polres Pekalongan Kota
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan saat ini terdapat sedikitnya delapan pasar tradisional yang membutuhkan perhatian serius karena aktivitas perdagangannya terus menurun.
"Kami meminta Dinas Perdagangan melakukan kajian yang komprehensif. Jangan hanya merobohkan lalu membangun kembali pasar, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu fungsi dan konsep pengembangannya agar benar-benar bermanfaat," ujar Joko, Rabu (17/6/2026).
Salah satu pasar yang menjadi sorotan adalah Pasar Tanah Mas. Saat melakukan inspeksi mendadak, DPRD menemukan sebagian besar kios sudah tidak lagi digunakan untuk berdagang.
Bahkan beberapa ruang pasar berubah fungsi menjadi tempat tidur dan gudang penyimpanan barang bekas.
"Di Pasar Tanah Mas tinggal beberapa kios yang digunakan. Selebihnya kosong, bahkan ada yang menjadi tempat tidur dan penyimpanan rongsokan," katanya.
Selain Pasar Tanah Mas, pasar lain yang masuk daftar evaluasi yakni Pasar Gedawang, Pasar Banjardowo, Pasar Mateseh, Pasar Klitikan Waru, Pasar Udan Riris, Pasar Banyumanik, dan Pasar Surya Kusuma.
Menurut Joko, setiap pasar memiliki karakteristik berbeda sehingga solusi yang diterapkan tidak bisa disamaratakan.
Ia menilai revitalisasi tidak harus selalu berujung pada pembangunan pasar baru. Pemerintah perlu melihat potensi kawasan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
"Kalau memang lebih cocok menjadi sentra kuliner atau fungsi ekonomi lainnya, itu bisa dipertimbangkan. Yang penting setelah dibangun tidak kembali sepi," tegasnya.
Temuan menarik juga didapat saat DPRD meninjau Pasar Sampangan. Pasar tersebut masih tergolong ramai dan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Namun, lantai atas bangunan pasar belum termanfaatkan secara maksimal.
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 17 Juni 2026: Berawan |
|
|---|
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Kehormatan, Ketua KPPU RI Dorong Reformasi Manajemen Konstruksi |
|
|---|
| Mimpi Leo di Balik Kotak Pensil Warna, Datang ke Wisma Perdamaian untuk Jadi Juara |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 16 Juni 2026: Cerah Berawan |
|
|---|
| Detik-detik Mobil Terbakar di Tol Semarang-Solo, Diduga Api Berasal dari Korsleting Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260617_-Ketua-Komisi-B-DPRD-Kota-Semarang-Joko-Widodo.jpg)