Rock In Solo, Suarakan Ketidakadilan Soal isu Lingkungan dan Sosial
Rock In Solo (RIS) Edisi 21 yang diselenggarakan di Benteng Vastenburg, Solo diwarnai dengan aspirasi melawan ketidakadilan
Penulis: Ardianti WS | Editor: muslimah
Sebagai tuan rumah dan salah satu kekuatan utama di balik festival, band Groove Metal Down For Life memberikan seruan penutup.
Down For Life mengajak seluruh publik dan penggemar musik keras untuk terus menyuarakan aspirasi mereka.
Terutama di tengah kebijakan pemerintah yang tidak memihak masyarakat, dan bencana iklim termasuk banjir rob yang mengancam Pulau Jawa.
Mengingat gelombang protes dan semangat demokrasi yang terus mendorong pemerintah untuk berpihak pada kepentingan rakyat sejak Agustus lalu, Down For Life menyerukan agar semangat perlawanan ini dijaga.
RIS 2025 didedikasikan untuk memastikan bahwa suara protes melalui musik ini menjadi penanda bahwa perjuangan demi keadilan tidak akan berhenti.
Rangkaian diskusi yang diselenggarakan di Rock In Solo 2025 ini diinisiasi secara kolaboratif oleh berbagai masyarakat sipil, seperti CELIOS, Trend Asia, Yayasan Indonesia Cerah, Transparency International Indonesia, LBH Semarang, Yayasan Pusaka hingga masyarakat terdampak industri ekstraktif.
Diskusi dilakukan secara interaktif bersama para musisi dan penggemar rock (waw)
| Dorong Produktivitas Masyarakat Semarang, BFI Finance Kampanyekan Gaya Hidup Sehat |
|
|---|
| 6 Turis Asing Jadi Korban Kecelakaan di Jalur Bromo, Hiace Hilang Kendali Tabrak 3 Kendaraan |
|
|---|
| 635 Peserta Meriahkan FASI IX Kabupaten Tegal, Pemkab Dorong Generasi Qurani Berprestasi |
|
|---|
| MUI Banyumas Belum Temukan Unsur Penistaan Agama dalam Kasus "Sultan Nusantara" |
|
|---|
| Dispaperta Batang: Hewan Kurban Harus Halal dan Bebas Penyakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251125-solo.jpg)