Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Cekcok Berdarah di Solo, 2 Lansia Bertengkar Saat Perbaiki Atap Kamar Indekos

Cekcok berdarah terjadi di sebuah indekos kawasan Tipes Kota Surakarta pada Kamis (4/12/2025) siang, korban dan pelaku adalah lansia.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
tribun solo/AGIL TRI
CEKCOK BERDARAH - Ilustrasi Gedung Polresta Surakarta. Dua lansia dilaporkan terlibat cekcok di Kawasan Tipes Kota Surakarta yang mengakibatkan salah satunya terluka, Kamis (4/12/2025) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Cekcok berdarah terjadi di sebuah indekos kawasan Tipes Kota Surakarta pada Kamis (4/12/2025) siang.

Satu lansia terluka akibat terkena lemparan gergaji dari pelaku yang juga berstatus lansia.

Peristiwa itu terjadi pada sekira pukul 12.30 ini pun membuat warga sekitar, heboh.

Kini korban masih menjalani perawatan, sedangkan pelaku telah berada di Polresta Surakarta untuk diperiksa.

Baca juga: Target Zero Stunting: Pemkot Solo Perkuat Sinergi Lewat Program "Ndulang Bareng"

Rizky Yakini PSIS Bisa Mengulang Sukses di Laga Away Kontra Barito Putera

Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sudarmiyanto membenarkan kejadian tersebut.

AKP Sudarmiyanto menjelaskan bahwa pertengkaran antar tetangga lansia itu dipicu kesalahpahaman.

"Terjadi penganiayaan atas korban nama LS (67) dan pelaku SM (70), pegawai lepas pada Kamis (4/12/2025) pukul 12.30. Lokasinya di indekos belakang Lotte Mart, Tipes," ungkap AKP Sudarmiyanto seperti dilansir dari TribunSolo.com.

Akibat cekcok tersebut, korban mengalami luka di pelipis kiri dan tangan kanan setelah terkena lemparan gergaji yang dilakukan pelaku.

"Kena pelipis sebelah kiri, ditangkis menggunakan tangan. Jadi lukanya pelipis kiri dan tangan kanan," lanjutnya.

Pelaku Mengeluh

Menurut AKP Sudarmiyanto, kejadian bermula saat pelaku meminta bantuan korban untuk memperbaiki atap kamar kosnya yang bocor.

Meski sudah dibenahi sebanyak tiga kali, atap tetap bocor sehingga pelaku kembali mengeluh kepada korban.

"Awalnya pelaku minta tolong kepada korban untuk membetulkan genteng yang bocor sebanyak 3 kali."

"Pelaku mendatangi korban dan mengatakan bagaimana toh bisa mbenerin genting nggak, kok mbenerin genting 3 kali masih bocor," jelasnya.

Keluhan tersebut ditanggapi korban dengan nada tinggi.

Baca juga: Selain Masjid Zayed & RS Kardiologi, Respati Isyaratkan Keberlanjutan Kerjasama UEA dan Pemkot Solo

Viral, Mahasiswi UNS Korban Pelecehan, Dipaksa Buka Pakaian Gegara Kalah Main Game

Hal itu, menurut AKP Sudarmiyanto, bukan karena emosi, melainkan korban mengalami gangguan pendengaran. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved