Berita Solo
Kantor Samsat Solo Sepi Pembayar Pajak, Imbas Aksi Boikot?
Kehadiran layanan Samsat keliling serta momentum bulan suci Ramadan turut memengaruhi jumlah Wajib Pajak yang datang langsung ke kantor.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Suasana lengang di Kantor Samsat Kota Surakarta terlihat beberapa hari terakhir ini.
Apakah ini berkaitan aksi seruan untuk tidak atau boikot membayar pajak kendaraan bermotor yang masih masif, terutama di media sosial?
Seperti diketahui, seruan tersebut salah satu penyebabnya karena penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Tengah.
Namun diklaim petugas setempat, kondisi sepinya pelayanan di kantor Samsat Kota Surakarta bukan karena gerakan tersebut.
Baca juga: Insiden 10 Detik Bikin Syok Pasutri Warga Solo, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang
• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta
Kasi PPD Samsat Kota Surakarta, Ghita Puspitasari menegaskan, tidak ada perubahan signifikan pada penerimaan PKB maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) awal tahun ini.
“Untuk PKB Januari 2025 mencapai Rp14.870.331.500. Sedangkan Januari 2026 mencapai Rp14.178.483.500,” ungkap Ghita, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan penurunan yang tidak signifikan, terlebih pada awal 2025 terdapat dua program relaksasi pajak dari pemerintah provinsi.
BBNKB Justru Meningkat
Berbeda dengan PKB, penerimaan BBNKB pada Januari 2026 justru mengalami kenaikan.
“Untuk BBNKB Januari 2025 mencapai Rp3.358.308.500. Januari 2026 mencapai Rp4.875.340.000 atau ada kenaikan,” jelas Ghita.
Dia menambahkan, relaksasi pajak sepanjang 2025 mulai program Merah Putih hingga pemutihan dari Pemerintah Provinsi, tidak memberikan perbedaan signifikan dibanding awal 2026 saat opsen diterapkan.
Ghita juga mengimbau masyarakat tidak khawatir karena Pemprov Jateng kembali menghadirkan program diskon PKB sebesar 5 persen.
“Diskon 5 persen ini berlaku mulai 20 Februari hingga Desember 2026, silakan dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: Bu Lurah Pindah Tugas, Warga di Banjarsari Solo Dipungut Tali Asih Rp50 Ribu, Ini Buktinya
• Lagi, Perampokan Bersenjata di Sumbang Banyumas, Satroni Rumah Lansia saat Subuh
Dipengaruhi Ramadan
Pantauan di kantor Samsat Kota Surakarta memperlihatkan suasana pelayanan tampak lengang.
Baur STNK Samsat Polresta Surakarta, Aipda Muhammad Thoha menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor.
Menurutnya, kehadiran layanan Samsat keliling serta momentum bulan suci Ramadan turut memengaruhi jumlah Wajib Pajak yang datang langsung ke kantor.
“Kalau soal sepi tidaknya, ada banyak faktor. Sekarang ada Samsat keliling. Selain itu juga momentum puasa."
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat puasa memang ada penurunan."
"Mungkin masyarakat lebih memilih mengutamakan kebutuhan pokok."
"Biasanya setelah Lebaran akan naik lagi,” terang Thoha.
Dengan demikian, kondisi lengangnya pelayanan Samsat saat ini dinilai sebagai fenomena musiman yang kerap terjadi selama Ramadan, bukan akibat ajakan untuk tidak membayar pajak kendaraan. (*)
Sumber TribunSolo.com
| Pria Solo Lagi Teler Pil Sapi Diduga Lecehkan Wanita, Nekat Lompat dari Motor saat Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Sosok 2 Mahasiswi Korban Kecelakaan Maut Tugu Wisnu Solo, Tinggalkan Kesan Mendalam, Sopir Truk Syok |
|
|---|
| Geger di Taman Bendungan Tirtonadi Solo, Pria 53 Tahun Lecehkan Wanita, Nyaris Diamuk Warga |
|
|---|
| Kisah Sedih di Balik Kecelakaan 2 Mahasiswi di Tugu Wisnu Solo, Lagi Magang Pulang Tinggal Nama |
|
|---|
| Poltekpar Makassar Berduka, 2 Mahasiswi Magang di Solo Tewas Kecelakaan, Begini Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260224-_-Kantor-Samsat-Kota-Surakarta.jpg)