Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tim Pencak Silat Jateng optimis Raih Tiga Emas di PON Bela Diri 2025

Manajer Tim Pencak Silat Jawa Tengah Sigit Infantoro mengatakan, di PON Bela Diri banyak mempertandingkan kelas baru

Istimewa
SILAT JATENG - Pesilat Jateng, Azka Shahia Althafaliha (Merah) saat menghadapi wakil asal NTT Nurul Faizah Prasong (NTT) di ajang PON Bela Diri 2025 Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim ikatan pencak Silat indonesia (IPSI) Jawa Tengah berkekuatan 10 atlet dengan 9 kelas tanding dan satu jurus pada Pekan Olahraga Nasional(PON) Bela Diri, Kudus 2025. Dengan menerjunkan atlet muda kontingen Jateng menargetkan tiga medali emas di PON ini.

Manajer Tim Pencak Silat Jawa Tengah Sigit Infantoro mengatakan, di PON Bela Diri banyak mempertandingkan kelas baru. 

Komposisi pesilat Jawa Tengah diperkuat 80 persen skuat pelatda PON, dan diisi atlet muda baik dari PPLOP dan pesilat yang meraih juara umum di Pomnas kemarin.

Lebih lanjut, di PON Bela Diri ini, Jawa Tengah menargetkan tiga emas baik dari tanding maupun jurus. 

"Tim pesilat  Jateng diperkuat atlet muda dan skuat pelatda Jateng di PON Bela Diri ini. Namun dengan berkekuatan itu Jateng menargetkan tiga emas. Banyak kelas baru yang dipertandingkan di PON pertama kali ini," kata Sigit.

Menurut Sigit, event PON Bela Diri untuk menambah jam terbang bertanding dan pembinaan atlet silat Jawa Tengah. Pesilat yang ikut pada PON ini merupakan gabungan atlet pelatda PON.

Diharapkan pesilat muda dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dalam Mukti ivent olahraga bela diri.

Sigit juga mengapresiasi gelaran PON Bela Diri untuk cabang olahraga Pencak Silat. Apalagi diikuti  271 atlet dari  33 provinsi dan dengan pembatasan usia yakni 23 tahun. Selain itu di PON ini juga  dipantau tim monitoring oleh PB IPSI dengan bertujuan mencari pesilat potensial.

"Mengapresiasi gelaran PON Bela Diri untuk cabang olahraga Pencak Silat. Apalagi diikuti  271 atlet dari  33 provinsi dan dengan trobosan baru pembatasan usia jadi persaingan merata," imbuh Sigit.

Di bagian lain, tiga pesilat Jawa Tengah berhasil melewati ujian pertama pada cabang pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025. Bertanding di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jumat (17/10), turun di kelas B putra, Rizki Meiko mengalahkan Tanggu Anugerah (Bangka Belitung) 31-1.

Selanjutnya pada kelas G putra, Ainu Lensa Salam menumbangkan pesilat Bali Kadek Richo dengan skor 32-22. Kemudian Azka Shahia Althafaliha sukses mengalahkan Nurul Faizah Prasong (NTT) dengan nilai 44-25.

Jateng pada PON Beladiri 2025 ini menurunkan 10 pesilat terbaik yang terbagi sembilan atlet tanding dan satu nomor seni.

Pelatih Silat Jawa Tengah Slamet Haryo Mulyanto mengatakan, kemenangan tiga pesilat menjadi langkah awal yang bagus pada ajang multicabang khusus beladiri itu. 

Dia meminta agar semua pesilat lebih fokus menghadapi lawan pada babak berikutnya. 

''Azka masih sangat muda, dan ini kali pertama dia turun pada level senior. Seharusnya dia lebih tenang dan tidak terburu-buru sehingga hasil lebih maksimal lagi. Dia sedikit tegang, itu yang menyebabkan lawan bisa mencuri poin di awal tanding,'' tutur Slamet usai pertandingan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved