Pilot Project Berhasil, Kejuaraan Hydroplus Junior Badminton Akan Diperluas ke Semua Jenjang Sekolah
Pelaksanaan Kejuaraan Bulutangkis Hydroplus Junior Badminton 2025 dinilai berjalan sukses
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Kejuaraan Bulutangkis Hydroplus Junior Badminton 2025 dinilai berjalan sukses sebagai pilot project yang resmi berakhir di GOR Polytron Undip, Minggu (16/11/2025) kemarin.
Maka dengan catatan positif itu, ajang yang sama ini akan kembali digelar tahun depan.
Bukan hanya antar SMP seperti yang baru saja berakhir, tetapi juga Antar SD dan Antar SMA.
Ini juga menjadi kesempatan bagi talenta-talenta berbakat di Kota Semarang maupun Jawa Tengah untuk unjuk gigi.
Adapun tahun ini, tampil sebagai juara adalah SMP Negeri 30 Depok, Jabar, setelah di final mampu mengalahkan MTs Negeri 7 Sragen dengan skor ketat 2-1.
Tampil sebagai juara ketiga adalah SMP Negeri 15 Surakarta. Dalam perebutan tempat ketiga yang berlangsung hampir bersamaan dengan final, di lapangan 2, SMP Negeri 15 Surakarta berhasil mengalahkan ‘tuan rumah’ SMP Negeri 42 Semarang dengan skor 2-1.
‘’Saya harus beri apresiasi luar biasa pada peserta dan orang tua juga yang memberikan suport luara biasa. Ini adalah iklim baik untuk memperluas ekosistem bulutangkis di tingkat SD, SMP, dan SMA,’’ kata Advisor Sport Djarum Foundation Bambang Roedianto, Senin (17/11/2025).
Ia menilai kejuaraan yang mempertandingkan tiga nomor beregu campuran yaitu tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran ini cukup sukses.
Meski begitu, pihaknya juga punya bahan evaluasi dari penyelenggaraan yang baru pertama kali ini.
Yaitu kemungkinan menambah durasi waktu pelaksanaan karena masih banyak sekolah yang ingin ikut tetapi pendaftaran sudah penuh.
‘’Permintaan sekolah luar biasa untuk bisa ikut. Tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya kami batasi. Mungkin ke depan kita bisa perpanjang waktu,’’ katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan kembali membuat aturan pertandingan bagi atlet yang merangkap bertanding. Sehingga waktunya tidak habis untuk menunggu atlet istirahat setelah dia bertanding di laga pertama untuk tampil di laga kedua.
Di Hydroplus Junior Badminton AntarSMP 2025 ini waktu jeda istirahat pemain menunggu pertandingan berikutnya bagi yang merangkap tanding adalah 30 menit. Ini dirasa panitia terlalu lama.
‘’Jadi ini nanti akan kita pikirkan agar yang main rangkap juga tak menghabiskan waktu pertandingan,’’ kata dia.
Satu hal, lanjut Bambang, pihaknya juga akan menyingkronkan jadwal kejuaraan agar tidak saling bertumbrukan sehingga pemain bisa mengikuti banyak even. Untuk kali ini berbenturan dengan Muria Cup.
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Hingga Maret 2026 Ada 7 Kasus Campak di Blora, Dinkes Imbau Warga Waspada |
|
|---|
| Bocah Tenggelam di Pantai Setrojenar Kebumen Belum Ditemukan, Operasi SAR Ditutup |
|
|---|
| Efisiensi Energi dan Dongkrak Ekonomi, CFD di Kabupaten Semarang Akan Digelar di Dua Titik |
|
|---|
| 3 Hari Pergi Dari Rumah, Kakek di Bojongsari Brebes Ditemukan Membusuk di Saluran Irigasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251117_BULUTANGKIS.jpg)