Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Persijap Jepara

Douglas Absen karena Cedera, Jadi Pukulan Berat bagi Persijap Jepara

Persijap Jepara dipastikan kehilangan satu pilar utama lini belakangnya, Douglas Nonato Oliveira Cruz. 

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/ISTIMEWA
CEDERA - Sosok Douglas Nonato Oliveira Cruz yang mengalami cedera dan tidak bisa membela Persijap Jepara. (Dok Persijap Jepara) 

Namun, situasi berubah ketika salah satu pemainnya diganjar kartu merah pada babak kedua, membuat tim harus bermain dengan sepuluh pemain. 

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu untuk mencetak gol penentu kemenangan.

Mario Lemos tak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan.

“Sangat sulit ketika kami menerima kekalahan untuk ketiga kalinya. Kami semua di sini pemain dan tim pelatih merasakan hal yang sama. Artinya patah hati, kecewa dengan hasil ini,” kata Mario Lemos kepada Tribunjateng, Minggu (19/10/2025).

Meski begitu, Lemos menegaskan timnya telah berjuang maksimal di lapangan.

“Kami sudah berusaha, bahkan dengan sepuluh pemain pun kami tetap mencoba mencetak gol dan meraih poin,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan empati kepada para suporter yang telah hadir memberikan dukungan langsung di stadion.

“Lagi-lagi suporter telah berkorban, jauh-jauh datang dan membeli tiket. Sama seperti kami, mereka juga mengalami rasa sakit hati ini,” ucapnya.

Dengan hasil ini, Persijap semakin terdesak di papan klasemen dan dituntut segera bangkit pada laga selanjutnya untuk mengakhiri tren negatif. 

Dalam pantauan Tribunjateng seusai pertandingan, nampak ratusan penonton langsung mencoba menemui para pemain dan manajemen Persijap Jepara untuk mengungkapkan kekecewaan dari hasil pertandingan ini.

Namun usaha para supporter Laskar Kalinyamat berhasil digagalkan oleh aparat keamaan yang siap menjaga di pintu masuk stadion GBK.

Sulit tampil konsisten

Laskar Kalinyamat sempat memberikan perlawanan ketat, namun gagal mempertahankan momentum hingga peluit panjang berbunyi.

Mario Lemos mengakui timnya kesulitan tampil konsisten lantaran kerap melakukan perubahan susunan pemain inti di setiap pertandingan. 

“Salah satu alasannya karena kami belum konsisten untuk menerapkan line up 11 pemain. Dalam delapan pertandingan terakhir, kami selalu berganti—ada delapan line up yang berbeda,” kata Mario Lemos.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved