Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Championship 2025

Tanpa Suporter dan Lapangan Tak Ideal, Pemain Kehilangan Energi di GBK Jepara

Bermain tanpa dukungan suporter dan di atas lapangan dinilai belum ideal menjadi tantangan tersendiri bagi pemain berlaga di Stadion Gelora Bumi

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
GBK JEPARA - Suasana satu di antara petugas lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara sedang merawat lapangan. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bermain tanpa dukungan suporter dan di atas lapangan yang dinilai belum ideal menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain PSIM Yogyakarta yang berlaga di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. 

Kondisi tersebut diakui berdampak langsung pada performa dan kenyamanan pemain di lapangan.

Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jacobus Johannes Martinus Paulus Van Gastel, menyebut absennya suporter membuat atmosfer pertandingan terasa berbeda dan berpengaruh pada mental pemain.

Baca juga: "Positif tapi Sedikit Kecewa" Divaldo Da Silva Soal Kegagalan Persijap Raih Poin Penuh di Kandang

Sosok Riyatno Gol Menit Akhirnya Selamatkan PSIM Yogyakarta dari Kekalahan di Kandang Persijap

Gisella Natasha Jalani Perawatan, Mobil Ringsek Usai Kecelakaan di Tol Kendal

Sosok Anrez Adelio Artis Sinetron Diduga Hamili Kekasih dan Perintahkan Minum Obat Penggugur

Kronologi Kecelakaan Maut Bus The Sultan di Tol Batang, Sucipto Warga Semarang Meninggal Dunia

LAGA PERSIJAP - Suasana laga Persijap Jepara Vs PSIM Yogyakarta di Stadion GBK Jepara, Selasa (23/12/2025) malam. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.
LAGA PERSIJAP - Suasana laga Persijap Jepara Vs PSIM Yogyakarta di Stadion GBK Jepara, Selasa (23/12/2025) malam. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1. (TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama)


“Bagi saya sebagai pelatih sangat sulit bermain dengan kondisi seperti ini. Tanpa suporter itu sangat terasa,” kata Van Gastel seusai mengikuti pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persijap Jepara di Stadion GBK Jepara, Selasa (23/12/2025) malam.


Menurutnya, kehadiran pendukung di stadion bukan sekadar pelengkap, tetapi sumber energi bagi pemain di lapangan.


“Sebelumnya saya selalu bilang ke pemain, kalian bermain untuk suporter. Ketika itu tidak ada, lingkungan di stadion terasa kurang energi,” ujarnya.


Selain minimnya atmosfer pertandingan, kondisi lapangan GBK Jepara juga menjadi sorotan. 


Pemain PSIM Yogyakarta, Riyatno Abiyoso, mengaku kesulitan beradaptasi dengan permukaan lapangan yang tidak rata.


“Jujur, lapangan di stadion Jepara ini sangat sulit. Beberapa bagian tidak rata dan aliran bola kadang tidak beraturan,” ungkap Riyatno.


Ia berharap ke depan kualitas lapangan dapat diperbaiki agar kedua tim bisa bermain lebih maksimal.


“Kedepannya semoga bisa diperbaiki lagi supaya pertandingan berjalan lebih baik,” katanya.


Beberapa waktu lalu, sorotan terhadap kualitas rumput Stadion GBK Jepara juga datang dari pemain Persib Bandung, Marc Anthony Klok, saat sesi jumpa pers jelang laga melawan Persijap Jepara, Senin (18/8/2025).


Klok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi rumput stadion yang sebelumnya telah direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada 2024 lalu.


“Siapa bilang rumputnya bagus, masih belum sesuai standar,” tegas pemain yang pernah membela Timnas Indonesia itu.


Menurut Klok, persoalan kualitas rumput bukan hanya terjadi di Jepara, tetapi juga di banyak stadion lain di Indonesia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved