Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Ngabuburit di Bukit Cinta Gringsing: Antara Senja, Kereta, dan Bahaya yang Mengancam

Waktu Sore, seketika angin laut berembus pelan menyapu pucuk-pucuk ilalang di atas Bukit Cinta, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
BUKTI CINTA - Pengunjung sedang menikmati pemandangan di Bukti Cinta yang berada di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Waktu Sore, seketika angin laut berembus pelan menyapu pucuk-pucuk ilalang di atas Bukit Cinta, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang

Langit perlahan berubah jingga. Dari kejauhan, suara gemuruh kereta api memecah hening, melintas di rel yang membelah lanskap pesisir utara Jawa.

Bagi sebagian orang, momen seperti ini adalah cara sederhana merayakan waktu jelang berbuka puasa menikmati senja, laut, dan sensasi kereta melintas dari ketinggian.

Bukit Cinta kini menjadi satu di antara destinasi favorit warga Gringsing dan sekitarnya. 

Baca juga: Satpol PP Batang Berikan Peringatan ke 5 Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat Ramadan

Lokasinya berada di sisi barat Pantai Jodo, menawarkan panorama laut utara sekaligus rel kereta api aktif yang membentang di bawahnya.

Dengan tiket masuk sekira Rp 2.000 per orang untuk biaya parkir, tempat ini menjadi alternatif wisata murah meriah untuk keluarga maupun anak muda yang ingin ngabuburit dengan suasana berbeda.

Warga Kecamatan Gringsing, Ayit (38) mengatakan baru pertama kali datang ke Bukit Cinta. 

Awalnya, ia berniat menuju pantai, namun informasi dari warga sekitar mengubah rencananya.

“Baru pertama kali ke sini. Awalnya mau ke pantai, tapi diberi tahu orang sini kalau ada bukit. Jadi penasaran dan akhirnya ke sini,” kata Ayit kepada Tribunjateng, Jumat (27/2/2027). 

Momentum libur kerja dimanfaatkannya untuk menghabiskan waktu menunggu azan magrib. 

Duduk santai di atas bukit bersama temannya, ia bisa menyaksikan matahari perlahan tenggelam sekaligus melihat kereta api melintas tepat di bawahnya.

“Di sini bisa menikmati sunset dan melihat kereta api dari atas bukit. Jarang ada tempat seperti ini,” ucapnya.

Namun di balik keindahan itu, Ayit menyadari risiko yang ada. 

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati rel kereta api aktif tanpa pembatas atau palang pintu.

“Sebenarnya berbahaya karena melewati rel kereta api tanpa ada pembatas. Kalau mau ke sini ya harus benar-benar hati-hati dan waspada,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved