Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mahasiswa Magang

Sosis Bedug Baluran Telur Gurih di Pengging Menggoda Selera

Di sudut alun-alun Pengging Kabupaten terdapat salah satu snack yang legendaris, yakni “Sosis Bedug”. 

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Solo Magang
Sosis Bedug di Pengging Kabupaten Boyolali yang legendaris. 

Sosis Bedug Baluran Telur Gurih di Pengging Menggoda Selera

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Di sudut alun-alun Pengging Kabupaten terdapat salah satu snack yang legendaris, yakni “Sosis Bedug”. 

Aroma gurih sosis goreng tersebut menggoda para pengunjung untuk berhenti sejenak. Bukan sembarang sosis, inilah Sosis Bedug kuliner khas Boyolali yang telah eksis sejak tahun 1960 dan masih menjadi favorit hingga hari ini. 

Warungnya berlokasi di Pojok tikungan, Jl. Pengging-Banyudono, RT.15/RW.03, Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Sosis ini dulunya dikenal sebagai “Sosis Putu Mbah Bedug” mengacu pada sang perintis yakni Karyo Pawiro. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan Mbah Bedug, karena kebiasaannya memukul bedug di Masjid Cipto Mulyo yang berlokasi di Pengging. Kini usaha legendaris ini diteruskan oleh putrinya Tatik Haryanti (75), generasi kedua dari keluarga tersebut.

Proses pembuatan Sosis Bedug di Pengging Kabupaten Boyolali yang legendaris.
Proses pembuatan Sosis Bedug di Pengging Kabupaten Boyolali yang legendaris. (tribunjateng/mahasiswa UIN Solo Magang)

“Dulu itu namanya Sosis Putu Mbah Bedug, tapi ada masukan dari media katanya biar lebih mudah, cukup Sosis Bedug saja to bu biar gampang disebut ngonten (begitu) mbak. Ini itu sudah lama banget sebelum orang tua saya wafat, sejak tahun 1960.” ujar Tatik Haryanti (75). 

Meskipun usaha tersebut sempat berhenti sejenak dikarenakan Bu Tatik sendiri masih mengajar dan belum pensiun, nama sosis bedug sudah sangat familiar di kalangan masyarakat. Bahkan menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Boyolali. Sosis ini tidak hanya menyimpan rasa gurih saja yang dapat dinikmati, melainkan juga rasa samar-samar manis dari isian daging cincangnya yang begitu unik dan berbeda dari sosis lainnya. 

Bu Tatik resmi melanjutkan usaha ini pada tahun 2009, setelah sang ayah wafat. Keistimewaan Sosis Bedug terletak pada baluran telur gurih yang melapisi isian daging cincang. Daging yang digunakan adalah ayam dan sapi, diolah dengan resep turun-temurun. Cita rasa khas resep asli dari Mbah Bedug membuat pelanggan datang kembali dari waktu ke waktu.

Tak hanya dijajankan di pusatnya yakni Pengging, usaha ini sudah ada dua cabang baru yaitu di Goro Solo dan Mojosongo, Boyolali. Semua cabang dijaga oleh anak-anak Bu Tatik sendiri. Setiap cabang hanya tersedia sosis saja,  tidak ada menu lain. 

“Sudah ada dua cabang di Goro Solo dan Mojosongo, dan yang jaga anak-anak sendiri. Harga kami samakan semua, pusatnya tetap di Pengging ini,” jelas Yuni anak Ibu Tatik. 

Sosis Bedug di Pengging Kabupaten Boyolali yang legendaris.
Sosis Bedug di Pengging Kabupaten Boyolali yang legendaris. (Tribun Jateng/Mahasiswa UIN Solo Magang)

Dalam sehari, dapur Sosis Bedug bisa menghabiskan 5 hingga 10 kilogram tepung serta 5 kilogram telur tergantung pesanan. Jumlah itu tergantung ramai atau tidaknya pembeli. Snack makanan ini paling laris saat akhir pekan dan menjelang hari raya. 

“Ya kira-kira telurnya bisa habis 5 kg, tapi nggak mesti juga kok, tergantung pembelinya. Namanya juga pedagang nggih mbak, nek tepung itu biasane 5 kg atau sampai 10 kg tergantung pemesanan,” ujar Tri Wahyuningsih yang juga anak dari Bu Tatik.  

Tidak hanya dijual dalam bentuk siap santap, Sosis Bedug juga hadir dalam versi frozen food yang bisa dikirim ke luar kota, termasuk ke Jakarta. Untuk satu pack isi 10 biji, harganya Rp55.000 (ayam) dan Rp65.000 (sapi). Pengiriman dilakukan melalui layanan pansel atau ekspedisi sesuai permintaan pelanggan. 

Meski bisnisnya berjalan lancar, pengelola usaha legendaris ini masih dalam satu turunan keluarga. Setiap cabang dijaga oleh satu orang anggota keluarga. Terdapat warung yang sama juga disampingnya, dengan nama “Sosis Solo Putu Mbah Bedug” dan dimiliki oleh ponakannya, tetapi pusatnya tetap disini yang terpampang foto asli dari Mbah Bedug sendiri. 

Selain sosis, warung ini juga menyediakan makanan tradisional yakni “Intip” yang dijual dengan harga 15.000. Usaha ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan untuk kedua cabangnya, jam operasionalnya mulai pukul 08.00 WIB.

Menariknya, pelanggan bisa membeli dalam partai besar maupun kecil. Bahkan jika ingin ukuran sosis lebih kecil, pihak Sosis Bedug bersedia membuatkannya dengan harga yang akan disesuaikan. Namun mereka tetap melayani pembelian satuan tanpa syarat. (Ragil Nur Safitri/Mahasiswa UIN RMS Magang Jurnalistik Tribunjateng.com)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
Live
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved