Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Warga Pro-Sudewo Gelar Istigasah di Lapangan Kayen Pati, Doakan Bupati Tidak Sampai Dilengserkan

Gerakan pro-Sudewo kembali muncul di tengah masih bergulirnya upaya pemakzulan atau pelengseran terhadap Bupati Pati.

Suko mengeklaim, pihaknya tidak mengumumkan penerimaan donasi. 

Namun, masyarakat tetap mengirimkan bantuan berupa makanan, minuman, maupun uang atas inisiatif pribadi.

“Alhamdulillah donasi bisa untuk konsumsi peserta istigasah. Lalu donasi berupa uang kami alokasikan untuk membayar parkir agar parkir gratis, untuk honor tim kebersihan, sewa teratak, dan lain-lain,” jelas dia.

Suko menjamin, kegiatan ini bersifat swadaya oleh para pendukung Sudewo.

Tidak ada elite politik atau tokoh pemerintahan tertentu yang terlibat.

“Kami betul-betul dari masyarakat arus bawah di Kecamatan Kayen,” ucap dia.

Menurut Suko, masyarakat Kayen bersikukuh agar Sudewo tetap menjadi bupati.

Sebab, Sudewo telah membuktikan kerja nyata untuk membangun Pati, bahkan sebelum menjabat sebagai bupati.

“Saat menjabat DPR RI, beliau sudah banyak membangun lewat program aspirasinya. Membantu rakyat miskin dengan program bedah rumah, sanitasi, sampai WC umum. Setelah itu beliau memfasilitasi turunnya anggaran dari pemerintah untuk perbaikan jalan penghubung antarkecamatan,” kata dia.

Menurut Suko, kerja nyata Sudewo semakin terlihat setelah dirinya menjabat bupati.

Baru enam bulan memimpin, Sudewo gencar membangun infrastruktur. Jalan-jalan yang puluhan tahun rusak akhirnya diperbaiki.

“Sepuluh tahun terakhir, Pati tertinggal dari daerah lain, banyak jalan rusak. Dengan Pak Sudewo memimpin, banyak jalan sudah mulus, tak hanya di Kayen, tapi keseluruhan Pati. Maka kami bersikukuh menolak beliau lengser,” tegas dia.

Namun, Suko tidak menampik bahwa kebijakan Sudewo yang sempat menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen memang kurang tepat.

Akan tetapi, dirinya mengapresiasi kebesaran hati Sudewo yang bersedia membatalkan kebijakan tersebut setelah mendapat masukan masyarakat.

Demikian pula terkait kebijakan lima hari sekolah yang akhirnya dibatalkan dan dikembalikan menjadi enam hari sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved