Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Dengar OTT Bupati Sudewo, Anik Istri Botok AMPB Tak Bisa Menahan Tangis

Anik Sriningsih tak kuasa menahan tangis di tengah konferensi pers yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

TRIBUNJATENG.COM, PATI –  Berikut ini video Dengar OTT Bupati Sudewo, Anik Istri Botok AMPB Tak Bisa Menahan Tangis

Anik Sriningsih tak kuasa menahan tangis di tengah konferensi pers yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Kantor Bupati Pati, kawasan Alun-Alun Pati, Selasa siang (20/1/2026).

Lewat konferensi pers ini, AMPB menyampaikan pernyataan sikap mereka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo pada Senin (19/1/2026).

Anik Sriningsih merupakan salah satu Presidium AMPB sekaligus istri dari Supriyono alias Botok, pentolan AMPB yang saat ini mendekam di balik jeruji besi sebagai terdakwa kasus pemblokiran Jalan Pantura.

Dengan tangan gemetar memegang selembar kertas pernyataan, ia didampingi oleh Siti Khodijah, istri dari Teguh Istiyanto, rekan seperjuangan suaminya yang juga ditahan atas kasus yang sama.

Dalam pernyataannya, Anik menegaskan bahwa apa yang diperjuangkan suaminya selama ini bukanlah tindak kriminal, melainkan sebuah peringatan dini akan borok kepemimpinan di Kabupaten Pati.

"Kami selaku keluarga terdakwa Pak Botok dan Pak Teguh ingin menyampaikan bahwa Pak Botok dan Pak Teguh harus segera dibebaskan," ujar Anik tersedan-sedan.

Ia melanjutkan bahwa penahanan suami mereka merupakan sebuah ironi. 

Menurutnya, aksi-aksi yang dilakukan AMPB selama ini murni untuk menyuarakan aspirasi rakyat terkait kepemimpinan Bupati Sudewo yang mereka nilai bermasalah. 

Kini, dengan ditangkapnya Sudewo oleh lembaga antirasuah, Anik merasa perjuangan suaminya menemukan pembenaran.

"Terbuktilah saat ini, Bapak Bupati Sudewo ditangkap dalam OTT KPK. Mohon penegak hukum untuk segera membebaskan Pak Botok dan Pak Teguh," tuntutnya.

Usai membacakan pernyataan tersebut, ketegaran Anik runtuh. Di bawah kibaran bendera putih dan spanduk bertuliskan "Stop Kriminalisasi", ia tak kuasa lagi menahan bendungan air matanya.

Bahunya berguncang-guncang saat beberapa wanita lain dari barisan massa aksi merangkul dan mendekapnya. 

Dalam pelukan rekan-rekannya, Anik menenggelamkan wajahnya.

"Suamiku belum bebas," ucap dia lirih di tengah kawan-kawan yang berupaya menghibur dan meminta dirinya tegar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved