Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Gramedia Jalma Pandanaran: Toko Buku Semarang Ruang Bertemu dan Bertukar Gagasan

"Kalau sudah tertarik sama buku, bisa langsung baca di sini. Nyaman sekali buat baca-baca," katanya

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Tim Video Editor

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Berikut ini video Gramedia Jalma Pandanaran: Toko Buku Semarang Ruang Bertemu dan Bertukar Gagasan

Nadia Putri Paramita tak langsung mencari buku saat pertama kali melangkahkan kaki ke Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang, Kamis (5/6/2026).

Perhatian warga Gunungpati itu justru tertuju pada suasana ruang yang berbeda dari toko buku yang biasa ia kunjungi.

Rak-rak buku tertata rapi, area duduk tersebar di berbagai sudut, dan ruang baca yang terasa lebih terbuka membuatnya betah berlama-lama. Bagi Nadia, tempat itu lebih menyerupai ruang publik untuk membaca dan berdiskusi dibanding sekadar toko buku.

"Lebih ke interiornya sih yang menarik. Di Semarang belum ada tempat seperti ini. Rak-raknya unik, tertata rapi, jadi lebih nyaman," ujar Nadia.

Ia mengaku salah satu area favoritnya adalah ruang komunal tempat pengunjung dapat membaca buku sebelum membeli atau menikmati buku yang baru dibeli.

"Kalau sudah tertarik sama buku, bisa langsung baca di sini. Nyaman sekali buat baca-baca," katanya.

Nadia berharap koleksi buku di Gramedia Jalma terus bertambah dan semakin beragam, termasuk buku-buku bertema politik maupun isu sosial lainnya.

Harapan serupa juga menjadi semangat yang dibawa Gramedia melalui konsep Jalma yang resmi melakukan soft opening di Jalan Pandanaran, Semarang.

Head of Store Experience Gramedia Jalma Semarang, Chris Wahyu, mengatakan Jalma merupakan konsep toko buku generasi baru yang mengedepankan kenyamanan, interaksi, dan pengalaman pengunjung.

"Konsepnya sangat berbeda dengan Gramedia reguler. Kita lebih mengedepankan kenyamanan dan suasana yang lebih homey," ujarnya.

Gramedia Jalma Pandanaran menjadi lokasi kedua di Indonesia setelah sebelumnya hadir di kawasan Melawai, Jakarta. 

Namun, menurut Chris, Jalma Semarang hadir dengan ruang yang lebih luas dan konsep yang lebih kompleks.

Tak hanya menyediakan ribuan judul buku, Jalma juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti area kerja bersama, ruang komunitas, coffee shop, hingga tenant kuliner yang dirancang untuk membuat pengunjung lebih betah berada di dalam toko buku.

"Anak-anak sekolah tetap bisa datang untuk membaca. Banyak fasilitas tempat duduk, area meeting, working space, dan itu bisa dimanfaatkan pengunjung," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved