Berita Kudus
Pemkab Kudus Dukung Swasembada Gula, Remajakan Tanaman Tebu Seluas 247 Hektar
Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung program swasembada gula yang digulirkan pemerintah pusat.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung program swasembada gula yang digulirkan pemerintah pusat.
Bentuk dukungan tersebut yakni saat ini mulai dilakukan bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu di lahan seluas 247 hektare ditambah perluasan area tanam seluas 21 hektare di tujuh kecamatan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program swasembada gula yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo menurutnya sangat menarik.
Dengan begitu, para petani tebu di Kudus bisa lebih semangat karena selain ada jaminan harga yang tinggi, mereka juga mendapatkan bantuan untuk bongkar ratoon tebu.
“Di Kudus ada lahan seluas 247 hektare yang ditanam tebu ditambah perluasan seluas 21 hektare, sehingga para petani semakin semangat dan penghasilannya cukup sehingga mereka bisa sejahtera, para petani bisa berdaya sehingga swasembada gula tercapai,” kata Sam’ani Intakoris saat menghadiri bongkar ratoon dan perluasan area tanam tebu di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (27/11/2025).
Komitmen untuk mendukung swasembada gula ini dilakukan Kabupaten Kudus meskipun secara kewilayahan daerahnya merupakan yang paling kecil dibanding kabupaten lain di Jawa Tengah.
Baca juga: Kudus Sehat, Aplikasi Berisi Informasi Lengkap tentang Kudus
Namun bukan berarti tidak bisa terlibat dalam program skala nasional yang saat ini telah dicanangkan, yaitu swasembada gula.
“Kudus walau daerahnya kecil, kami mendorong supaya turut serta membantu swasembada pangan dan gula,” kata Sam’ani.
Sam’ani menjelaskan, untuk produktivitas tebu di Kabupaten Kudus rata-rata per hektare mampu menghasilkan 70 ton tebu.
Dengan adanya bongkar ratoon ini diharapkan produktivitasnya bisa meningkat.
Sementara untuk lahan tebu di Kudus yaitu seluas 247 hektare dan kemudian ada tambahan seluas 21 hektare.
Dengan adanya bongkar ratoon dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, diharapkan ada produktivitas hasil tebu.
Dengan begitu, kata dia, Pabrik Gula Rendeng yang ada di Kudus tidak perlu mencari tebu jauh ke luar daerah.
“Karena kebutuhan tebu giling di PG Rendeng sampai saat ini hanya terpenuhi 70 sampai 75 persen,” kata Sam’ani Intakoris.
Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, mengatakan, target swasembada gula selambat-lambatnya bisa tercapai pada 2027.
Baca juga: Pemkab Kudus Komitmen Hadirkan Informasi Publik yang Transparan, Responsif, dan Inovatif
Saat ini produktivitas gula dalam negeri yaitu sebanyak 2,6 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsinya mencapai 2,9 juta ton. Artinya masih kurang sekitar 300 ribu ton gula.
Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, pihaknya menggenjot produktivitas gula dalam negeri dengan cara meningkatkan produktivitas tebu.
Untuk itu, pihaknya memberikan bantuan kepada para petani dalam rangka bongkar ratoon tebu.
Bantuan yang diserahkan kepada petani yaitu sebesar Rp 3,6 juta untuk olah lahan sampai tanam.
Selain itu ada mekanisme kredit usaha rakyat (KUR) untuk bagi para petani tebu.
“KUR sudah mudah, mereka punya aplikasi ETERA (Ekosistem Digital Tebu Rakyat) kalau pinjam KUR tinggal pakai hape."
"Saya kira dengan segala upaya selambatnya 2027 swasembada gula konsumsi bisa terpenuhi,” kata dia.
Heru melanjutkan, untuk tahun depan pemerintah pusat tidak lagi mengeluarkan kebijakan impor gula konsumsi.
Sedangkan kalau kebutuhan gula industri masih dipasok melalui impor. Terhitung untuk gula industri, impor yang dilakukan Indonesia mencapai 51, juta ton.
“Tahun ini presiden mencanangkan 2026 tidak akan impor gula konsumsi kalau kebutuhan industri membutuhkan gula dari luar, dari kementerian pertanian jangan sampai gula rafinasi masuk pasar konsumsi dilarang betul dari kepolisian juga memeriksa mereka."
"Termasuk stop impor etanol, karena industri gula ini ada hasil samping berupa tetes yang digunakan bahan untuk membuat etanol,” kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251127_Ratoon-Tebu-di-Kudus.jpg)