Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bupati Kudus Targetkan Pembangunan Jembatan Menawan Selesai 4 Hari Sebelum Lebaran

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menargetkan pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus selesai empat hari sebelum lebaran.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok. Pemkab Kudus
JEMBATAN - Proses pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menargetkan pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus selesai empat hari sebelum lebaran.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan karena sebelumnya jembatan tersebut ambrol fondasinya karena tergerus aliran sungai.

“Jembatan Menawan sudah dikerjakan. Target kami h-4 lebaran selesai pengerjaan jembatan,” kata Sam’ani di Pendopo Kudus, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Bupati Samani: ASN di Kudus Harus Pilah Sampah Sejak dari Rumah

Sam’ani mengatakan, jembatan yang ambrol tersebut merupakan akses penting. Jembatan tersebut menjadi akses bagi warga RW 4 yang hendak berangkat kerja maupun berangkat sekolah.

Dia menjelaskan, jembatan di Desa Menawan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter dibangun pada 2016. 

Kemudian pada 12 Januari 2026 ambrol karena fondasi jembatan roboh diterjang derasnya aliran sungai.

Jembatan yang ambrol tersebut terjadi karena fondasinya retak dan tergerus oleh aliran sungai.

Lama kelamaan, jembatan yang memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 4 meter tersebut pun akhirnya ambrol.

Putusnya jembatan ini kontan membuat aktivitas warga terganggu. Mereka harus memutar lebih dari 1 kilometer untuk melintasi jembatan alternatif lainnya.

Untuk itu, sementara warga membuat jembatan darurat dari bambu di sebelah jembatan yang ambrol. 

Panjang jembatan darurat tersebut dibuat sedikit memutar menyesuaikan dengan kondisi aliran sungai. 

Untuk panjang jembatan darurat yaitu 25 meter dengan lebar 1,5 meter.

Untuk jembatan darurat tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki atau sepeda motor.

Untuk sepeda motor yang melintas pun harus bergantian dengan pengendara yang datang dari arah berlawanan.

Kini jembatan tersebut telah kembali dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kudus dengan memanfaatkan alokasi anggaran perawatan rutin.

Baca juga: RSUD Loekmono Hadi Kudus Punya 2 Gedung Baru, Samani: Pelayanan Harus Ditingkatkan

Pembangunan jembatan dengan membangun kembali fondasi dengan skema selimut beton. 

Untuk anggaran yang dibutuhkan yaitu berkisar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta.

“Kami menggunakan anggaran perawatan agar bisa segera jadi jembatannya,” kata Sam’ani. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved