Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Wacana WFH dan WFA, Bupati Kudus: Tidak Boleh Kurangi Kualitas Pelayanan

Menurut Sam'ani, pelayanan prima harus menjadi hal paling mendasar bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kudus dalam bekerja. 

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
WACANA WFH - Bupati Kudus Samani Intakoris. Bupati menyebut jika WFH atau WFA nantinya tidak boleh sedikit pun mengurangi kualitas pelayanan publik. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyinggung wacana Work from Home (WFH) atau Work from Anywhere (WFA) yang akan disesuaikan dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pasalnya, dalam WFH atau WFA nantinya tidak boleh sedikit pun mengurangi kualitas pelayanan publik.

"Pelayanan yang sifatnya vital misalnya kesehatan, perizinan, dan administrasi kependudukan harus tetap berjalan optimal," kata Sam'ani Intakoris.

Baca juga: 300 Warga Kudus Balik ke Perantauan Gratis, Dilepas Bupati Samani

Menurut Sam'ani, pelayanan prima harus menjadi hal paling mendasar bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bekerja. 

Apalagi pelayanan yang sifatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat, bagi Sam'ani, harus tetap optimal, cepat, dan tidak bertele-tele.

"Pelayanan kepada masyarakat itu wajib harus cepat, tepat, dan membahagiakan. Tidak boleh ada keterlambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Sam’ani.

Dalam praktiknya, Sam'ani membuka pintu kritik seluas-luasnya bagi masyarakat yang tidak merasa puas atas pelayanan publik dari Pemkab Kudus.

Kritik atau masukan bisa dilakukan oleh warga melalui kanal resmi Wadul K1 K2. Layanan ini bisa diakses melalui aplikasi Kudus Sehat.

Aduan tersebut merupakan bagian dari dibukanya ruang evaluasi dan perbaikan atas pelayanan kepada masyarakat.

Jika masih terdapat keluhan, maka hal itu masih terdapat celah pelayanan yang harus segera diperbaiki.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pemkab Kudus Membuat Regulasi Baru

Di satu sisi, Sam'ani meminta kepada setiap ASN agar tidak henti-hentinya memberikan pelayanan prima kepada setiap masyarakat. 

Pasalnya, pelayanan prima ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan dalam sebuah sistem pemerintahan.

Untuk itu, pelayanan harus ramah dan memudahkan.

Dalam beberapa kesempatan, Sam'ani acap mengampanyekan gagasannya berupa 'Senyum Simpang 7".

Gagasan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pelayanan yang ramah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved