Wonosobo Hebat

Rakor Akhir Tahun, Bupati Afif Tekankan Optimalisasi Anggaran dan Evaluasi Program Jelang 2026

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
RAKOR AKHIR TAHUN - Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Koordinasi Akhir Tahun di Ruang Rapat Mangunkusumo, Rabu (10/12/2025). Bupati Afif Nurhidayat menekankan agar pelaksanaan anggaran 2025 dapat dimaksimalkan menjelang akhir tahun ini. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Koordinasi Akhir Tahun di Ruang Rapat Mangunkusumo, Rabu (10/12/2025). 

Dalam pertemuan ini, Bupati Afif Nurhidayat menegaskan pentingnya optimalisasi anggaran, evaluasi pendapatan, hingga percepatan sejumlah program strategis.

Bupati Afif menekankan agar pelaksanaan anggaran 2025 dapat dimaksimalkan.

Baca juga: Bupati Afif Pimpin Cetak SPPT Massal, Genjot Pajak Wonosobo Jelang 2026

“Tahun 2025 ini sudah dilakukan informasi, silahkan dioptimalkan sehingga anggaran yang ada diupayakan bisa terserap semuanya,” ujarnya. 

Ia menekankan serapan anggaran tidak boleh terfokus pada perjalanan dinas atau operasional saja, melainkan seluruh belanja yang sudah direncanakan.

Bupati Afif juga menyinggung capaian pendapatan daerah dari sektor pajak. 

Ia mengapresiasi wilayah yang telah membayar hingga 100 persen, namun tetap memberi perhatian terhadap wilayah yang masih tertinggal.

“Yang sudah 100 persen, apakah benar-benar itu lahir dari masyarakat, kalau lahir dari masyarakat, kita perlu apresiasi,” katanya.

Bupati Afif meminta adanya diskusi khusus untuk memetakan kesulitan desa dalam hal ini, termasuk potensi ketidakpercayaan masyarakat atau kondisi objektif wilayah yang berbeda-beda. 

Koordinasi antara dinas dan camat juga diminta diperkuat untuk memastikan pemberian reward tepat sasaran.

Bupati Afif menyoroti indikator pembangunan seperti IPM dan angka kemiskinan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun IPM naik dan angka kemiskinan menurun.

Dalam paparan rakor tersebut disampaikan, indeks pembangunan manusia (IPM) Wonosobo meningkat dari 69,04 pada 2020 menjadi 71,50 di tahun 2025. 

Angka ini masih berada di peringkat 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan peringkat terakhir (6 dari 6) di wilayah Kedu. 

Sementara angka kemiskinan di Wonosobo terus turun dari 17,67 persen pada 2021 menjadi 13,34 persen pada 2025. 

Ia meminta analisis bersama BPS untuk memastikan apakah intervensi pemerintah kurang atau justru belum tepat sasaran. 

Terkait percepatan program strategis seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Bupati meminta camat dan lurah tidak tergesa-gesa mengajukan lokasi sebelum inventarisasi.

“Jangan gegabah, inventarisasi dulu semua aset-aset,” tegasnya.

Semua usulan harus mengikuti aturan tanpa memaksa penggunaan lahan yang tidak sesuai.

Pada sektor program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonosobo, Bupati Afif menyampaikan perkembangan signifikan dari sisi infrastruktur.

“Dulu 78, sekarang sudah 125 SPPG terbangun, 37 sudah operasional,” ujarnya.

Jika seluruh titik beroperasi pada 2026, layanan SPPG disebut dapat menjangkau lebih luas baik anak sekolah, guru, dan rencana perluasan untuk lansia hingga anak jalanan.

Bupati menyebut ada tiga titik SPPG yang dibangun di aset pemda yakni di wilayah Kepil, Sapuran, dan Leksono. Ia meminta pengawalan ketat dan evaluasi rutin dilakukan.

Bupati Afif juga menyoroti penanganan bencana yang terjadi menjelang akhir tahun. Ia meminta BPBD, DPUPR, dan dinas terkait untuk segera menginventarisasi kerusakan.

“Sehingga tahun 2026, nanti masuk prioritas penanganan bencana. Sehingga beberapa waktu lalu yang terdampak tanah longsor bisa tertangani cepat," lanjutnya

Baca juga: Awas Cuaca Ekstrem di Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat: Perkuat Mitigasi

Terkait percepatan program tahun 2026, ia mendorong agar lelang proyek dapat dimulai lebih awal agar tidak numpuk di akhir tahun.

Tahun 2026, Bupati menegaskan harus menjadi momentum percepatan penanganan program-program daerah.

“Ya, 2026 harus ada gebrakan untuk penanganan kemiskinan, setiap OPD harus bisa berkontribusi bersama,” tandasnya. (ima)