Wonosobo Hebat

Penghijauan Jalur Baru Jalisu Wonosobo, Tanam 200 Bibit Pohon Damar

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
PENANAMAN POHON - Penanaman bibit pohon damar di kawasan Jalisu, Dusun Cengklok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Rabu (20/5/2026). Penanaman ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi longsor di kawasan jalur baru pegunungan tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo bersama sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan menanam 200 bibit pohon damar di kawasan Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu), Kecamatan Kalikajar, Rabu (20/5/2026).

Penghijauan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan jalur baru Jalisu yang kini berkembang menjadi akses strategis perekonomian dan wisata alam pegunungan. 

Jalur tersebut merupakan akses baru yang selesai dibangun pemerintah untuk mempermudah mobilitas warga, khususnya dalam distribusi hasil pertanian masyarakat di kawasan sekitar.

Baca juga: Bertahan Sejak 1955, Kincir Air di Dusun Klowoh Wonosobo Masih Jadi Andalan Warga untuk Penerangan

Dari total 200 bibit bantuan BPDAS Serayu Opak Progo, 25 pohon ditanam secara simbolis. 

Sisanya akan ditanam bertahap pada musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Camat Kalikajar, Hermawan Animoro mengatakan, pembangunan infrastruktur harus tetap dibarengi dengan upaya menjaga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Jalan baru ini diharapkan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat sekitar karena mempermudah distribusi hasil pertanian dan akses warga." 

"Jangan sampai dengan adanya pembukaan jalan Jalisu ini justru merusak lingkungan. Karena itu, kelestarian alam di sekitarnya harus tetap dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman pohon di sepanjang kawasan Jalisu penting dilakukan untuk menjaga konservasi tanah dan air sekaligus mengurangi risiko longsor di titik rawan.

“Kami melaksanakan penanaman pohon di seputaran Jalisu atau Jalur Lingkar Sumbing." 

"Tujuannya untuk melestarikan lingkungan agar tetap terjaga sekaligus menjadi penahan tanah karena Jalisu merupakan jalan baru,” jelasnya.

Dia berharap, konservasi serupa dapat terus dilakukan agar kawasan Jalisu tetap lestari dan dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Ketua Komunitas Tanpa Nama Wonosobo, Sriono Edy Subekti mengatakan, penghijauan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di kawasan lereng pegunungan, khususnya ancaman berkurangnya debit sumber mata air.

“Kalau tidak ada upaya penyelamatan, kami khawatir ke depan terjadi krisis air bersih di wilayah sekitar,” ungkapnya.

24 KDKMP Wonosobo Selesai Dibangun, Bupati Afif Dorong Segera Operasional

Komunitas Tanpa Nama secara rutin melakukan penanaman dan perawatan pohon di sejumlah wilayah resapan air di Kecamatan Kalikajar.

Khusus di kawasan Jalisu, pihaknya memilih menanam pohon damar karena dinilai sesuai dengan karakter kawasan dan tidak mengganggu lahan pertanian warga.

“Kami memilih damar karena percabangannya tidak terlalu rindang sehingga tidak mengganggu lahan pertanian masyarakat." 

"Selain itu, damar juga memiliki akar yang kuat untuk membantu mengikat tanah dan air,” jelas Sriono.

Dia menyebutkan, kegiatan kali ini merupakan penanaman ketiga di kawasan Jalisu.

Sebelumnya, komunitas tersebut telah menanam 100 pohon damar di lokasi yang sama. 

Dengan tambahan 200 bibit tahun ini, total pohon damar yang akan ditanam mencapai 300 batang.

“Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana memastikan pohon itu hidup dan dirawat." 

"Teman-teman Tanpa Nama memiliki komitmen bahwa setiap tanaman yang sudah ditanam harus dijaga dan dipastikan selamat,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Panen Jagung di Wonosobo Capai 7,6 Ton, Bupati Afif Apresiasi Bulog Serap Hasil Petani