Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

LKPP Dorong Pemerintah Daerah Manfaatkan Ecommerce di E-Katalog dalam Pengadaan Barang

Selain bisa memilih produk yang diinginkan dan harga yang transparan, belanja di marketplace LKPP, dikatakan Eko, lebih terjamin.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: a prianggoro

TRIBUNJATENG.COM- Pemerintah daerah tak perlu lagi bingung mencari produk saat pengadaan barang. Untuk proyek yang tak perlu tender, mereka bisa berbelanja lewat ecommerce di e-katalog yang disediakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Kasubdit Riset dan Kontrak Pengembangan Sistem E-Katalog LKPP, Eko Rinaldo mengatakan, tersedia 77.000 produk di website http://e-katalog.lkpp.go.id.

"Pada 2012 lalu hanya ada tiga produk dan kini bertambah menjadi 77.000 produk. Kami rencanakan, pada 2017 ini bisa bertambah menjadi 88.000 produk," ungkap Eko dalam sosialisasi Pengadaan Barang Melalui E-Katalog di Hotel Aston Semarang, Selasa (7/3).

Saat ini, pihaknya telah menggandeng delapan marketplace sebagai penyedia barang. Selain bisa memilih produk yang diinginkan dan harga yang transparan, belanja di marketplace LKPP, dikatakan Eko, lebih terjamin.

"Jika biasanya dalam lelang atau penunjukkan langsung, risiko ditanggung pemilik proyek, belanja di e-katalog, risiko ditanggung LKPP," janjinya.

Menurut Eko, belanja pemerintah daerah dan pusat sudah di e-katalog LKPP mencapai 60 persen. Pihaknya pun menarget, pemanfaatan ecommerce ini mencapai 100 persen.

Pada 2016, nilai traksaksi melalui e-katalog LKPP mencapai Rp 3 triliun. Penjualan terbesar dibukukan marketplace rekanan, Bhinneka.com, sebesar Rp 1,3 triliun.

"Produk paling banyak dibeli melalui e-katalog adalah produk kesehatan," ujar Eko.

Corporate Sales Manager Bhineka.com khusus E-katalog, Yoana Agustina, mengatakan, Bhinneka.com berkomitmen membantu proses revolusi cara berbelanja pemerintah, termasuk pengadaan badan usaha menjadi akuntabel.

Apalagi, setiap produk di e-katalog LKPP sudah termasuk pajak sehingga akuntabilitas lebih terjamin dan bisa menghemat pengeluaran rutin pemerintah.

"Kami memberikan produk yang lengkap, harga khusus untuk produk dalam e-katalog, jaminan garansi dan service," katanya, dalam kesempatan sama.

Yoana mengatakan, pihaknya menyediakan lebih dari 31.000 produk untuk ditampilkan di e-katalog LKPP.

"Kalau di Bhinneka.com, produk yang banyak dibeli adalah komputer, laptop, notebook dan perlengkapannya. Meskipun kami juga menyediakan produk lain, semisal servers, office equipment, kamera, gadget, juga TV," ungkapnya.

Dari penjualan yang terjadi, Yoana menyebut, belanja instansi pemerintahan di Jawa Tengah di e-katalog LKPP cukup tinggi, yaitu mencapai 20 persen.

Selain itu, daerah terbesar lain adalah Jakarta dan Jawa Barat. Ditargetkan, transaksi e-katalog di Bhinneka.com pada 2017 ini bisa meningkat 30 persen dibanding sebelumnya.

"Untuk mengenjot target itu, kami menambah representasi perwakilan di setiap daerah. Jateng sudah ada. Kemudian produk yang ditayangkan adalah yang siap di pasaran. Jadi pelanggan tidak perlu inden," tandasnya. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved