TribunJateng/
Home »

Solo

Mahasiswa dan Dosen Pertanian UNS Dilarang Berpakaian Ketat dan Wajah Harus Kelihatan

Mahasiswa dan Dosen Pertanian UNS Dilarang Berpakaian Ketat dan Wajah Harus Kelihatan

Mahasiswa dan Dosen Pertanian UNS Dilarang Berpakaian Ketat dan Wajah Harus Kelihatan
tribunjateng/akbar hari mukti
Surat edaran tentang tata tertib berpakaian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo beredar di media sosial dan berbagai grup percakapan. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Surat edaran tentang tata tertib berpakaian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo beredar di media sosial dan berbagai grup percakapan.

Satu poin yang mendapat perhatian adalah soal kewajiban bagi semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk memperlihatkan wajah.

Penerbitan Surat Edaran Dekan Tentang Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian UNS tersebut, sesuai yang tertera pada bagian awal, mengacu kepada Peraturan Rektor Nomor 582/UN27/PP/2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Program Sarjana BAB XVIII ETIKA AKADEMIK Pasal 27 ayat (5).

Tertulis dalam surat itu, semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa wajib menaati peraturan akademik yang berlaku di universitas, meliputi etika bertutur kata, bersikap, berpakaian, dan berperilaku. Selanjutnya, terkait berpakaian, sesuai hasil rapat senat Fakultas Pertanian UNS pada Rabu (27/9), disepakati dua poin mengenai etika yang perlu dipatuhi.

Pertama, larangan pemakaian kaus oblong, sandal, celana jins tidak pantas, potongan rambut/aksesoris punky, serta pakaian ketat yang membuat bentuk tubuh terlihat jelas.

Kedua, supaya tidak mengganggu kinerja sekaligus demi kejelasan identitas dan kelancaran komunikasi, wajah semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa wajah wajib terlihat.

Dalam pernyataan tersebut, kalimat "wajah wajib terlihat" dicetak tebal dan digarisbawahi.

Selanjutnya, surat ditutup dengan pernyataan, "Dalam rangka menciptakan atmosfer akademik yang kondusif, diharapkan sivitas akademika mematuhi aturan ini. Pelanggaran surat edaran berupa sanksi sesuai ketentuan yang berlaku."

Surat edaran diteken oleh Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr Ir Bambang Pujiasmanto MS, pada 20 September 2017.

Dan saat coba dimintai konfirmasi, Wakil Rektor III Prof Dr Darsono MSi secara tegas menyampaikan bahwa kewenangan untuk menjelaskan tentang aturan itu adalah Rektor UNS.

Diklarifikasi terpisah, Humas UNS, Haryono, membenarkan perihal keberadaan surat edaran Dekanat Fakultas Pertanian UNS yang melarang semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenakan penutup wajah selama berada di kampus.

Bahkan, menurutnya, surat edaran tersebut sebenarnya telah beredar sejak Agustus 2017.

"Sudah terbit dua bulan lalu," ucapnya singkat kepada Tribunjateng.com via sambungan telepon, Rabu (4/10).

Namun, ia tak berani memberikan keterangan lebih lanjut mengenai permasalahan ini. Sebab, Rektor UNS, Ravik Karsidi, sampai kini belum menyampaikan klarifikasi. "Dekan Fakultas Pertanian juga masih berada di Amerika Serikat," pungkasnya. (tribunjateng/cetak/ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help