TribunJateng/

Ngeri, Gara-gara Cuaca Buruk, Puluhan Kapal Nelayan Tenggelam Dalam 2 Minggu

Kerugian akibat banjir dan cuaca buruk di sektor perikanan Cilacap mencapai Rp 2,5 miliar.

Ngeri, Gara-gara Cuaca Buruk, Puluhan Kapal Nelayan Tenggelam Dalam 2 Minggu
YOUTUBE
ilustrasi ombak besar hantam kapal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, CILACAP - Kerugian akibat banjir dan cuaca buruk di sektor perikanan Cilacap mencapai Rp 2,5 miliar.

Kerugian itu berasal dari tenggelam dan rusaknya puluhan kapal nelayan akibat cuaca buruk dua pekan terakhir ini.

Kerugian juga berasal dari dampak limpasan banjir yang masuk ke kolam perikanan warga.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Cilacap, Sujito mengatakan, ada 60 kapal di bawah ukuran 10 Gross Ton (GT) yang rusak berat maupun ringan.

Baca: Jelang Musim Tanam Pertama, Pemkab Kudus Segera Normalisasi Sungai Londo

13 kapal compreng berukuran antara 7 hingga 10 GT serta 15 kapal fiber di bawah 5 GT dilaporkan tenggelam selama dua pekan terakhir ini.

Selain nelayan, pembudidaya tambak dan ikan di wilayah Kesugihan, Menganti, dan Kawunganten juga merugi karena banjir meluap ke kolam.

Baca: Kejar Target, Pemprov Jateng Genjot Pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor

"Akibat bencana ini sektor perikanan tangkap dan budidaya rugi hingga Rp 2,5 miliar,"katanya, Selasa (24/10)

DKP telah melaporkan data kerugian itu ke DKP Provinsi Jawa Tengah maupun ke Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) agar ditindaklanjuti.

Pemerintah pusat maupun provinsi diharapkan bisa meringankan beban nelayan dan pembudidaya tambak karena bencana alam ini.

Baca: Badan Kesbangpol Salatiga Kumpulkan Para Pengurus RT/RW

Cuaca buruk dan gelombang tinggi akhir -akhir ini sering melanda wilayah pesisir Cilacap. Sujito mengimbau nelayan meningkatkan kehati-hatian saat melaut. Ia mengimbau nelayan mewaspadai cuaca buruk yang bisa datang setiap saat.

Bagi para pembudidaya ikan di Cilacap, disarankan agar meninggikan tanggul kolam atau tambak agar aman dari limpasan air yang bisa terjadi setiap saat. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help