Ferin Anjani Gadis Yang Meninggal Dalam Keadaan Hangus Terbakar Dikenal Setiakawan

Salah satu rekannya yang ditemui di rumah duka di Sendang Mulyo, Tembalang, Semarang menyebut Ferin sosok yang ramah

Ferin Anjani Gadis Yang Meninggal Dalam Keadaan Hangus Terbakar Dikenal Setiakawan
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Rekan-rekan korban bertakziah ke rumah duka, di Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ferin Diah Anjani (21) gadis yang ditemukan meninggal dalam keadaan hangus terbakar di hutan jati Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora 1 Agustus lalu dikenal sebagai gadis yang setiakawan.

Ia selalu menyempatkan waktu untuk bersama teman-temannya. Entah itu hanya sekadar bermain bersama, nongkrong, bahkan hingga membantu kesulitan keuangan yang dimiliki teman-temannya.

Salah satu rekannya yang ditemui di rumah duka di Sendang Mulyo, Tembalang, Semarang menyebut Ferin sosok yang ramah.

"Saya bukan teman SMA, bukan teman sekolah ya teman nongkrong aja tapi dia memang baik banget," terang Lukman.

Meski demikian pemuda yang seumuran dengan korban itu menyatakan sudah satu tahun tidak berjumpa dengan Ferin.

Ia pun terkejut mendapat kabar gadis berbadan sintal itu meninggal dengan cara yang tragis.

"Semoga pelakunya segera tertangkap, sadis itu nggak cuma membunuh tapi juga membakar, dan semoga mendapat hukuman yang setimpal," bebernya.

Ibunda Ferin, Kiswanti juga mengamini bahwa anak ke empatnya itu sosok yang pandai bergaul. Tidak heran jika rumah duka dibanjiri pelayat yang mayoritas adalah muda-mudi rekan Ferin tersebut.

Kiswanti memang menyampaikan bahwa anaknya sudah hampir dua tahun tidak tinggal serumah dengannya. Ia memilih indekos di Siliwangi Residence.

"Itu ya agar lebih dekat dengan temannya, bahkan dia rela membiayai hidup temannya yang gagal jadi TKW ke Korea selama di Semarang," imbuhnya.

Sebelumnya, Ferin Diah Anjani warga Sendang Mulyo diketahui tidak bisa dhubungi sejak tanggal 31 Juli 2018. Jasadnya yang ditemukan di Blora pada tanggal 1 Agustus awalnya tidak bisa dikenali karena ditemukan dalam keadaan terbakar.

Ia pun sempat dimakamkan di Blora karena sudah dua hari tak kunjung ditemukan identitasnya. Baru tanggal 5 Agustus lalu pihak keluarga kemudian mendapat kabar dari kepolisian untuk mencocokkan ciri-ciri dan ternyata memang sesuai.

Selasa (8/7/2018) ini pihak keluarga korban memutuskan untuk membongkar makam Ferin di Blora dan memindahkan jasadnya di pemakaman Giriloyo, Semarang. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved