Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hore! Makan Sepuasnya Hanya Bayar Tiga Ribu Rupiah di Stadion Diponegoro Semarang

Paguyuban tersebut membuat konsep baru yang mereka usung untuk meramaikan lapak mereka, yakni dengan hadirnya Warung Berbagai.

eka yulianti fajlin

Laporan Wartawan Tribun Jateng Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Jumat berkah yang biasanya berjualan di sekitar Taman KB atau saat ini bernama Taman Indonesia Kaya setiap Jumat pagi sudah berpindah.

Mereka mulai berjualan di depan Stadion Diponegoro, Jumat (28/9).

Paguyuban tersebut membuat konsep baru yang mereka usung untuk meramaikan lapak mereka, yakni dengan hadirnya Warung Berbagai.

Pada Jumat pertama, Warung Berbagi tersebut, mulai dikerumuni oleh masyarakat. Mereka mengantri untuk dapat menikmati sajian dalam Warung Berbagi tersebut.

Sekretaris Paguyuban Jumat Berkah, Indah Gynda, mengatakan, Konsep warung berbagi ini disediakan untuk masyarakat yang ingin makan sepuasnya hanya dengan membayar tiga ribu rupiah.

"Ini konsep baru dari kami. Hanya dengan tiga ribu rupiah, masyarakat bisa makan apapun yang ada di warung tersebut. Ketika bayar lebih dari tiga ribu rupiah, maka uangnya akan digunakan untuk donasi. Bagi kaum dhuafa kami sediakan gratis," jelas Indah.

Terkait dengan jam operasional, Indah mengatakan, para pedagang mulai buka pukul 06.00 hingga pukul 10.00.

"Jadi bagi masyarakat yang ingin datang, silakan kami mulai buka pukul 06.00. banyak sekali stand selain warung berbagi tersebut ada berbagai macam stand fashion dan makanan," tutur Indah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengapresiasi teman-teman paguyuban Jumat Berkah yang sudah berkenan untuk dialokasikan ke Stadion Diponegoro.

"Alhamdulillah mereka disosialisasi tiga kali sudah bisa pindah kesini. Pedagang Minggu pagi sudah pindah, hari ini Jumat pagi juga sudah pindah. Mereka luar biasa, begitu respect," ucap Fajar.

Bagi Fajar, hal yang istimewa adalah hadirnya warung berbagi yang diinisiasi oleh para pedagang. Dengan terobosan ini akan menambah daya tarik bagi masyarakat untuk meramaikan Stadion Diponegoro.

Secara ekonomis, imbuh Fajar, para pedagang lebih diuntungkan di Stadion Diponegoro. Pasalnya, mereka tidak mengganggu arus lalu lintas dan banyak perkantoran di kawasan tersebut.

"Di sini akan saya akui paguyuban Jumat Berkah dibawah binaan Dinas Perdagangan. Kami akan buat surat pengukuhan dulu, baru nanti kami ke wali kota untuk penetapan wilayah bahwa di stadion kami izinkan untuk lokasi representatif bagi PKL yang sifatnya insidentil setiap Minggu dan Jumat," jelasnya.

Dia melanjutkan, akan memberikan surat pengakuan dari Dinas Perdagangan pada 12 Oktober 2018, yakni Jumat ketiga terhitung mulai Jumat ini.

"SK akan turun 12 Oktober. Dari paguyuban agar mempersiapkan dahulu. Nanti Jumat ke dua mulai tertib, Jumat ke tiga nanti kan sudah tertata," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved