Hari Ini Semarang Terapkan Sistem Tilang Elektronik CCTV, Jangan Sampai STNK Anda Kena Blokir

Mulai hari ini, Senin (3/12) Polrestabes Semarang dan Dishub memberlakukan sistem tilang elektronik yang didasarkan pada rekaman CCTV.

Hari Ini Semarang Terapkan Sistem Tilang Elektronik CCTV, Jangan Sampai STNK Anda Kena Blokir
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA/dok
FOTO DOKUMEN kepadatan kendaraan di Jalan Pemuda Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Mulai hari ini, Senin (3/12) Polrestabes Semarang dan Dishub memberlakukan sistem tilang elektronik yang didasarkan pada rekaman CCTV.

Pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara terekam CCTV kemudian digunakan sebagai barang bukti polisi memberitahukan tilang dan denda lewat surat yang dikirim via Pos.

Warga atau terduga pelanggar lalulintas diberi kesempatan melakukan klarifikasi kepada polisi dalam waktu selambat-lambatnya tiga hari.

Jika dalam waktu tersebut terduga pelanggar melakukan pembiaran alias tidak konfirmasi kepada alamat ditentukan maka otomatis STNK akan diblokir.

Dinas Perhubungan Kota Semarang menyatakan kesiapannya dengan rencana uji coba tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Sejuah ini pelaksanaannya belum ada perubahan jadwal, dan masih sama yaitu Senin 3 Desember 2018.

“Infrastruktur di Dishub untuk e-tilang sudah siap. Tinggal mengikuti Satlantas Polrestabes Semarang selaku penyelenggara. Kami dalam hal ini hanya bantu memfasilitasi,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Topo Mulyono, Jumat (30/11).

Dijelaskannya, bahwa mekanisme tilang dan identifikasi kendaraan dengan sumber data Closed Circuit Television (CCTV) Area Traffic Control System (ATCS) Dishub Kota Semarang tidak mengalami perubahan yaitu data capture CCTV dan rincian pelanggaran dikirimkan ke Satlantas Polrestabes Semarang via email.

Sebelumnya di tahun yang sama Dishub juga sudah pernah melakukan uji coba e-tilang selama tiga bulan. Hal tersebut diakuinya cukup efektif untuk mengurai kemacetan, khususnya pada waktu jam-jam sibuk.

Dalam uji coba e-tilang tahap pertama tersebut, sehari ada sekitar 50 pelanggar. Namun diakui Topo upaya ini bukan pada seberapa banyak jumlah kendaraan yang ditertibkan. Akan tetapi penindakan ini sangat efektif untuk menimbulkan sikap jera kepada pengendara.

Terbukti dengan dilakukan e-tilang perilaku berlalulintas menjadi lebih tertib karena mereka merasa diawasi. Sehingga dampaknya, kemacetan yang diakibatkan pelanggaran berlalulintas bisa berkurang.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved