Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Women

Butik Muslim Kamila, dari Kalangan Sosialita sampai Istri Pejabat

Niatan itu sebagai langkah awal saya berdagang

Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Herlina Widhiana

MEMILIKI butik sendiri mungkin tidak pernah terpikirkan bagi Ani Fatihah semasa kecil dulu. Meski orangtuanya berdagang, dia merasa tidak mampu mengikuti jejak ayah dan ibunya. "Kalau saya disuruh menawarkan barang, takut mengalami penolakan," ujar dia.

Hobinya dulu justru berkebalikan, yakni belanja. Ketika sedang stres, belanja menjadi obat satu-satunya paling ampuh.

"Kalau belanja, rasanya stres jadi hilang. Makanya saya bisa betah lama hanya untuk belanja," ungkap wanita yang juga dikenal sebagai Ani Kamila itu.

Namun, lama kelamaan, Ani tergelitik ingin mengubah hobi tidak sehat itu menjadi hal bermanfaat. Apalagi, rasa penasaran tidak bisa berjualan seperti pekerjaan orangtuanya juga menyerangnya.

"Niatan itu sebagai langkah awal saya berdagang," aku Ani.

Baginya, mencoba jalur bisnis juga tindakan ke luar dari zona nyaman. Pada 2009 lalu, dia sudah bekerja sebagai auditor di kantor pelayanan pajak. "Sekalipun saya tidak terjun berbisnis toh saya sudah memiliki penghasilan. Namun saya ingin memecahkan rasa penasaran," terang Ani.

Dia memulai usahanya dengan berjualan baju, sepatu, dan tas etnik. Ani menggunakan katalog sebagai media usahanya. "Saat saya memulai bisnis memang medianya masih katalog, belum ada online," kata alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu.

Kemudian, dia beralih berjualan hijab merk terkenal. Ternyata hasilnya memuaskan. Penjualannya paling bagus di antara distributor di kota lain. Ani pun mendapat tawaran membuka toko menggunakan merk itu.

"Sudah mau jadi tokonya tetapi si owner malah memilih mundur," ungkap Ani.

Mau tidak mau, dia maju sendiri membuka butik. Beruntung, pada 2009 belum banyak butik muslimah di Kota Lunpia. Dia termasuk pioneer. "Ya sudah, saya madep mantep membuka usaha ini," kenang dia.

Butik muslimah itu pun diberi nama Kamila yang merupakan nama belakang anak bungsunya. Selain hijab, Ani menyediakan busana muslim dan pernak pernik kebutuhan wanita muslim lain. Bukan tanpa alasan Ani memilih berbisnis fashion. Sejak dulu, dia memang sudah jadi trendsetter. Dia selalu ingin tampil beda.

"Saya juga suka modifikasi dalam berpakaian," kata wanita yang tinggal di Majapahit, Semarang, itu.

Trik yang digunakan sebagai nilai lebih butiknya pun tidak jauh-jauh dari kreatifitasnya. Ani menjadikan suatu barang memiliki nilai lebih. "Jilbab biasa kalau sudah di tangan saya bisa jadi berbeda," imbuhnya.

Hijab instant merupakan produk unggulan dari butik Kamila. Selain itu, aksesoris juga menunjukkan penjualan yang sangat bagus. Dia mendesain sendiri aksesoris yang dijual. "Idenya dari saya lalu teknis membuatnya di-handle karyawan," papar wanita yang selalu tampil modis itu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved