Liputan Khusus
Sepak Terjang Memburu Perampok, Polisi Terpaksa Begadang di Kuburan
Tidur di musala dan SPBU sudah biasa. Kami pantang pulang kalau belum
Malam itu, kenang Janadi, hujan turun dengan derasnya. Beruntung, di kompleks pemakaman terdapat bangunan menyerupai pesanggrahan di makam seorang yang dituakan. Tidak mau kehujanan semalaman, mereka memanfaatkan bangunan tersebut untuk berteduh.
Selain gelap gulita dan guyuran hujan, kompleks pemakaman tersebut juga dikenal angker hingga jarang ada warga masyarakat yang berani mendekat. Sedangkan berdasarkan informasi yang diterima, pelaku kejahatan yang sedang diburunya berada tidak jauh dari pemakaman tersebut.
Setelah menunggu semalaman, akhirnya buronan yang mereka incar menampakkan diri menjelang fajar. Tidak mau buang kesempatan, empat anggota Resmob langsung menyergap buruan kasus curanmor tersebut.
Dalam menjalankan tugas, kata Janadi, anggota Resmob tidak boleh mengenal takut. Bapak dari dua anak ini menuturkan, nyanggong penjahat itu terkadang juga bergantung nasib. Jika polisi yang beruntung maka penjahatnya akan bisa ditangkap.
Tetapi bila penjahat yang beruntung maka polisi akan pulang dengan tangan kosong meski sudah nyanggong selama berhari-hari. "Jadi anggota Resmob itu yang penting kemauan keras untuk dapat mengungkap sebuah kasus," ujarnya.
Janadi mengisahkan, beberapa tahun silam menjadi korban setelah kejar-kejaran dengan pelaku kejahatan di Mranggen, Demak. Mobil yang ditumpangi oleh polisi tergelimpang kemudian menabrak pohon. "Saat itu ada anggota yang meninggal karena kecelakaan," katanya.
Polisi berbadan kekar dan rajin berpuasa itu juga menceritakan pengalamannya saat menggerebek sembilan orang perampok di sebuah hotel di Solo, beberapa waktu lalu.
Saat itu, Janadi hanya bersama tiga polisi lain menggerebek sembilan perampok yang bersembunyi di dalam dua kamar.
"Secara logika rasanya tidak masuk akal empat orang polisi dapat menangkap sembilan perampok yang membawa senjata api. Tetapi itulah kenyataannya, kami berhasil menangkap mereka. Anggota Resmob itu harus gigih, ibaratnya ditugaskan di padang pasir pun kami harus bisa bertahan hidup," tandasnya.
Janadi mengungkapkan, dia dan teman-temannya sudah terbiasa tidak tidur di rumah karena kepentingan penyelidikan dan penangkapan. Janadi cs kerap baru pulang ke rumah setelah seminggu bertugas nonstop. Mobilnya pun berisi sebuah tas berisi pakaian, keperluan shalat, dan peralatan mandi.
Tim Resmob ini siap mendapatkan panggilan sewaktu-waktu bila ada tindak kejahatan atau pelaku kejahatan sedang beraksi.
"Kemarin misalnya, saat sedang mandi saya menerima telepon yang mengabarkan ada perampokan di Kedungmundu, Tembalang. Saya pun berlari ke mobil sambil bawa handuk kemudian sesampainya di lokasi kejadian ada beberapa warga menertawakan karena saya masih memakai handuk di leher," kata Janadi menahan senyum. (Tribun Jateng cetak/Tim)