Kasus Korupsi GLA

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Segera Disidang

Kejati nyatakan berkas perkara kasus GLA dengan tersangka Rina Iriani sudah lengkap. Segera disusun rencana dakwaan.

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Segera Disidang
tribunjateng.com/galih permadi
RINA Iriani di kantor Kejari Solo 3 April 2014.

Laporan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berkas perkara penyidikan dugaan korupsi perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA), yang melibatkan mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, Babul Khoir Harahap.

"Iya sudah P-21, tadi saya mendapat laporan dari Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) tentang hal itu," kata Babul, di ruangannya, Kamis (3/7).

Disampaikan, dengan sudah adanya P-21, ini sekaligus menampik ada tudingan intervensi dalam penanganan perkara mantan orang nomor satu di Karanganyar tersebut. Ditegaskan dia, semua perkara yang ditangani pihaknya ditangani secara profesional.

"Selama bukti-buktinya kuat, tidak ada perkara yang dihentikan. Kami bekerja secara profesional," tegas dia. Setelah berkas penyidikan dinyatakan P-21, pihaknya akan segera memanggil Rina, untuk pelimpahan tahap dua. "Secepatnya akan dilaksanakan pelimpahan tahap dua, lalu dibuat rencana dakwaan," ucapnya.

Sebelumnya, Aspidsus Kejati Jateng, Masyhudi, mengatakan dalam kasus ini Rina dijerat menggunakan undang-undang Tipikor dan juga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, menurutnya berkas penyidikan kasus tersebut dijadikan satu.
"Jadi, dalam kasus bu Rina ini ada dua perkara, tindak pidana korupsi dan TPPU, tapi berkasnya jadi satu," ucapnya.
Kuasa hukum Rina Iriani, M. Taufik, mengaku belum mendapat laporan secara resmi terkait hal ini. Oleh karena itu, ia belum bisa memberikan komentar lebih jauh. "Saya belum dapat kabar itu, belum bersikap," kata dia.

Rina ditetapkan sebagai tersangka korupsi untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) di Karanganyar, 2007-2008. Ia dietapkan sebagai tersangka, berdasarkan Sprindik 37/0.3/VD.1/11/20113, tertanggal 13/11 2013.
Total kerugian negara dalam kasus ini, mencapai Rp 18,409 miliar. Dari jumlah itu, Rina diduga menikmati uang sejumlah Rp 11,130 miliar.
Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, lantaran diduga ada intervensi dari Kejaksaan Agung. Bahkan, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melayangkan gugatan terhadap Kejati terkait penanganan perkara ini. Dan saat ini gugatan tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved